BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts
Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts

Peduli Warga Miskin, Camat Curug Jemput Bola Bantu Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

 


SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan. Pengawalan dilakukan sejak laporan diterima hingga proses perbaikan rumah selesai, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu penerima bantuan tersebut berada di Kampung Nagreg, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.

Eni mengatakan, bantuan RTLH di Kecamatan Curug berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Provinsi Banten, APBD Kota Serang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga bantuan pribadi Wali Kota Serang Budi Rustandi.

Menurutnya, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga berbeda-beda, yakni mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp20 juta. Nilai tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan perbaikan.

“Besarannya berbeda-beda, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, sampai Rp20 juta, tergantung kerusakan yang ada,” ujar Eni.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan menindaklanjuti laporan tersebut untuk disampaikan kepada Wali Kota Serang atau bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).

Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT, RW, maupun masyarakat yang mengetahui adanya warga dengan kondisi rumah memprihatinkan dan membutuhkan bantuan.

Eni menegaskan, proses pengajuan bantuan tidak selalu harus menunggu warga masuk dalam daftar usulan sebelumnya. Apabila ditemukan warga yang benar-benar membutuhkan, laporan akan ditindaklanjuti agar dapat memperoleh perhatian dan bantuan.

“Kalau memang perlu dibantu, Bapak Wali Kota akan membantu,” katanya.

Dalam menentukan penerima bantuan, kondisi rumah menjadi salah satu pertimbangan utama. Rumah yang diusulkan harus benar-benar tidak layak huni secara keseluruhan, bukan hanya mengalami kerusakan pada bagian tertentu, seperti dapur. Selain itu, rumah tersebut harus ditempati oleh warga yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga yang sudah tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Eni menyebut pihak kecamatan ikut mengawal prosesnya secara berkelanjutan. Pengawasan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi juga dilakukan hingga rumah penerima selesai diperbaiki.

“Caranya tentu kita kawal mulai dari pelaporan, sampai mendapatkan bantuan, kemudian ketika rumahnya diperbaiki juga tetap kita kawal,” ungkapnya.

Terkait jumlah keseluruhan penerima bantuan RTLH sepanjang 2026, Eni belum merinci angka pasti. Namun, ia menyebut penyaluran bantuan telah menjangkau sejumlah kelurahan di Kecamatan Curug, di antaranya Curug Manis, Cipete, Curug, Cilaku, Pancalaksana, Kamanisan, Sukawana, dan Sukalaksana.

Eni mengakui, masih dimungkinkan terdapat rumah warga yang membutuhkan perbaikan tetapi belum tersentuh bantuan. Karena itu, peran masyarakat, RT, dan RW sangat diperlukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan.

“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan bantuan masyarakat, RT, dan RW untuk memberikan laporan apabila ada warga yang rumahnya memang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Eni menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi atas perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Menurutnya, dukungan dari berbagai sumber sangat berarti bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

“Dari mana pun sumber bantuannya, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Serang yang sudah sangat memperhatikan kebutuhan warganya, sehingga mereka bisa tersenyum bahagia,” ujarnya. *

Wali Kota Serang Tinjau Pelatihan 200 Pengemudi Becak Listrik, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi.

KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya meningkatkan taraf hidup pekerja sektor informal melalui modernisasi transportasi yang inklusif.

Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pelaksanaan pelatihan teknis bagi 200 calon pengemudi becak listrik pada Senin 26 Oktober 2026 di Kantor Kelurahan Banjarsari Cipocok Jaya Kota Serang. 

Kegiatan peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional armada sekaligus memberikan edukasi terkait kelistrikan dasar kepada para penerima manfaat.

Kata Budi, bantuan armada ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat kecil.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan apresiasinya atas intervensi strategis dari Presiden Prabowo Subianto.

Dijelaskan Budi, program bantuan ini dirancang secara khusus untuk mempermudah masyarakat dalam mencari nafkah sehari-hari.

"Ini adalah program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyejahterakan rakyatnya," ujar Wali Kota Budi Rustandi.

"Semoga armada ini bisa bermanfaat dan mampu menaikkan taraf ekonomi warga yang selama ini berprofesi sebagai pengemudi becak," tambahnya.

Guna memastikan bantuan strategis ini tepat sasaran dan berkesinambungan, Pemkot Serang, lanjut Budi akan memberikan pembinaan khusus kepada para peserta.

Selain itu, kata Budi, seluruh penerima manfaat diarahkan untuk menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam merawat dan tidak memindahtangankan unit armada kepada pihak lain.

Wali Kota Budi Rustandi juga memastikan pemerintah akan terus mengawal jalannya program ini hingga ke tahap implementasi di lapangan.

"Nanti ketika tahapan pelatihan dan verifikasi ini selesai, saya akan datang langsung untuk menyerahkan unitnya kepada masyarakat penerima manfaat," tegasnya.

Dikatakan Budi Rustandi rencananya, operasional 200 unit kendaraan bertenaga baterai ini akan dipusatkan di berbagai kawasan wisata strategis dan kompleks perumahan di Kota Serang.

Kehadiran armada modern ini diharapkan mampu menggantikan beban tenaga kayuh manual, sehingga warga dapat bekerja jauh lebih efisien tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan.

Langkah inovatif ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Serang dalam mewujudkan transisi energi ramah lingkungan di sektor transportasi publik perkotaan.

Inovasi teknologi hijau ini dinilai sebagai solusi strategis yang mampu menekan angka emisi gas buang daerah, tanpa harus mengorbankan budaya transportasi lokal yang telah menjadi ciri khas masyarakat.

DLH Kota Serang Dorong PSEL Cilowong Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

 

Persiapan PSEL Serang Raya, Pemkot Serang Konsultasikan Potensi Sumber Air dengan BBWSC3.

SERANG— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mendorong percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya di kawasan Cilowong sebagai salah satu upaya memperkuat pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan sampah, seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Menurut Farach, keberhasilan program PSEL tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung serta koordinasi lintas pemerintah daerah agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana.

“Pengelolaan sampah membutuhkan langkah yang terencana dan berkelanjutan. PSEL di Cilowong diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan pengolahan sampah, sehingga tidak hanya berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah,” ujarnya,  Kamis (15/10/2026). 

Saat ini, persiapan pembangunan PSEL Serang Raya mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan lahan, akses jalan menuju lokasi, hingga pemenuhan kebutuhan air untuk mendukung operasional fasilitas.

Pemerintah Kota Serang sebelumnya menargetkan penyelesaian pembayaran lahan pada September 2026. Lahan yang disiapkan di kawasan Cilowong diperkirakan memiliki luas sekitar 25 hingga 30 hektare.

Wali Kota Serang Budi Rustandi pada 7 September 2026 menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan telah memasuki tahapan pembayaran. Setelah itu, dokumen pertanahan akan diproses melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebelum diserahkan kepada Danantara.

Selain kesiapan lahan, kebutuhan air juga menjadi perhatian dalam persiapan pembangunan fasilitas tersebut. Sumber air dari kawasan Cijeruk sebelumnya dipertimbangkan karena lokasinya diperkirakan berjarak sekitar tiga kilometer dari Cilowong. Sementara itu, pemanfaatan sumber air dari Sindangheula menghadapi kendala perbedaan elevasi.

Dalam pembagian tanggung jawab, pematangan lahan melibatkan Pemerintah Kota Cilegon dan Pemerintah Kabupaten Serang, sedangkan pelebaran akses jalan menuju lokasi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Banten sesuai arahan Danantara.

Farach menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak terkait diperlukan agar setiap tahapan persiapan dapat berjalan selaras. Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah harus diiringi dengan perencanaan operasional yang matang, termasuk memperhatikan aspek lingkungan di sekitar lokasi.

“Yang terpenting, setiap tahapan harus dipersiapkan dengan baik. Kita ingin pengelolaan sampah ke depan semakin optimal, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Pemkot Serang sebelumnya menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking PSEL Serang Raya dapat dilaksanakan pada Desember 2026, dengan catatan seluruh kebutuhan persiapan dapat dipenuhi.

DLH Kota Serang berharap pengembangan teknologi pengolahan sampah tersebut nantinya dapat berjalan beriringan dengan upaya pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan sampah rumah tangga, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan demikian, pengembangan PSEL tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Serang dan wilayah sekitarnya. (ADV) 

CSSD RSUD Kota Serang Pastikan Instrumen Medis Diproses Sesuai Standar Sterilisasi



KOTA SERANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang terus memperkuat upaya menjaga keselamatan pasien melalui pengolahan instrumen medis yang sesuai standar sterilisasi. Proses ini menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, menegaskan bahwa pengolahan instrumen medis harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan mengutamakan keselamatan pasien.

Menurutnya, proses sterilisasi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan peralatan, tetapi juga mencakup serangkaian tahapan yang harus dijalankan secara tepat agar instrumen medis aman digunakan dalam pelayanan kepada pasien.



“Setiap tahapan pengolahan instrumen medis harus dilaksanakan sesuai prosedur. Ketepatan proses ini sangat penting untuk mendukung pencegahan infeksi dan menjaga keselamatan pasien,” demikian penekanan yang dapat disampaikan dalam publikasi rumah sakit.

CSSD Berperan Penting dalam Pencegahan Infeksi

Central Sterile Supply Department (CSSD) merupakan unit yang bertanggung jawab dalam pengelolaan instrumen medis agar memenuhi persyaratan kebersihan dan sterilitas sebelum digunakan kembali dalam pelayanan kesehatan.

Proses pengolahan dimulai dari penerimaan instrumen kotor, dekontaminasi, pembersihan, pemeriksaan kondisi alat, pengemasan, sterilisasi, hingga penyimpanan dan distribusi instrumen steril ke unit pelayanan.

Setiap tahapan memiliki fungsi penting dan harus dilaksanakan secara berurutan. Kesalahan dalam proses pengolahan dapat memengaruhi efektivitas sterilisasi serta meningkatkan risiko kontaminasi pada instrumen yang digunakan untuk tindakan medis.

Karena itu, penerapan SOP secara konsisten menjadi bagian penting dalam menjaga mutu hasil pengolahan instrumen di lingkungan RSUD Kota Serang.

Kompetensi Petugas dan Pemantauan Sterilisasi

Keberhasilan proses sterilisasi juga ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia, kelayakan peralatan, serta kepatuhan terhadap prosedur kerja. Petugas CSSD perlu memahami teknik dekontaminasi, pemeriksaan instrumen, pengemasan, pengoperasian alat sterilisasi, dan penanganan instrumen setelah proses selesai.

Pemantauan proses sterilisasi dilakukan menggunakan indikator yang sesuai dengan metode sterilisasi dan ketentuan yang berlaku. Pemantauan tersebut dapat mencakup indikator fisik, kimia, dan biologis sesuai kebutuhan serta prosedur yang ditetapkan.


Selain pemantauan, pencatatan dan dokumentasi setiap proses menjadi bagian penting untuk memastikan ketertelusuran instrumen. Dokumentasi yang baik juga membantu rumah sakit melakukan evaluasi dan perbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutan.


Dengan sistem pemantauan yang tepat, setiap proses pengolahan dapat dievaluasi sehingga potensi ketidaksesuaian bisa segera ditindaklanjuti sebelum instrumen didistribusikan ke unit pelayanan.

Penyimpanan Instrumen Steril Harus Terjaga

Setelah melalui proses sterilisasi, instrumen medis harus disimpan dan ditangani dengan memperhatikan kondisi lingkungan, integritas kemasan, serta ketentuan penyimpanan yang berlaku.

Instrumen dengan kemasan rusak, basah, atau mengalami kondisi yang berpotensi mengganggu sterilitas tidak boleh langsung didistribusikan untuk digunakan. Kondisi tersebut harus ditangani sesuai prosedur guna memastikan instrumen tetap memenuhi persyaratan sebelum digunakan kepada pasien.

Koordinasi antara CSSD dan unit pelayanan juga diperlukan agar distribusi instrumen berjalan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga kualitas instrumen selama proses penyimpanan dan penyaluran.

Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, menekankan pentingnya kerja sama seluruh unit dalam menjaga keselamatan pasien. Pengolahan instrumen medis yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas CSSD, tetapi juga membutuhkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam penanganan dan penggunaan instrumen sesuai prosedur.

Sejalan dengan arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi, RSUD Kota Serang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan standar kerja, pengawasan, serta evaluasi secara berkelanjutan.

Penerapan prosedur sterilisasi yang konsisten diharapkan dapat mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi, menjaga mutu pelayanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan RSUD Kota Serang.

Melalui peran CSSD yang optimal dan sinergi seluruh unit pelayanan, RSUD Kota Serang terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (ADV)

Camat Curug Ajak Ibu Jadi Madrasah Pertama bagi Anak

 


SERANG – Camat Curug, Kota Serang, Eni Sudaryani, mengajak para ibu menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. Menurutnya, peran ibu sangat penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut disampaikan Eni dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Jariyatul Islamiyah. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Eni juga menyampaikan amanat Wali Kota Serang Budi Rustandi yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Ia berharap momentum Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus, Eni mengingatkan bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pesantren. Keluarga, terutama ibu, memiliki peran mendasar dalam membentuk kepribadian anak sejak usia dini.

“Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, keteladanan dalam keluarga sangat penting, mulai dari mengajarkan kejujuran, kesabaran, kasih sayang, hingga menghormati orang lain,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Eni, meneladani Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar ucapan. Orang tua dapat memulainya dari hal sederhana, seperti membiasakan berkata jujur, bersikap santun, menghargai orang lain, serta menyelesaikan persoalan dengan sabar.

Ia menilai, anak-anak cenderung belajar dari perilaku orang-orang terdekatnya. Karena itu, orang tua perlu memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai agama tertanam secara alami dalam diri anak.

Selain memberikan keteladanan, Eni juga mendorong para ibu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Pendekatan yang penuh kasih sayang dan disertai penanaman nilai agama diharapkan dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta mampu membedakan perilaku yang baik dan buruk.

Menurutnya, pendidikan keluarga yang kuat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi muda yang cerdas, berakhlakul karimah, dan memiliki semangat persatuan serta cinta tanah air.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, Eni mengajak seluruh keluarga menjadikan rumah sebagai tempat pertama untuk menumbuhkan kebaikan dan membangun karakter anak. Dengan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, keluarga diharapkan mampu berkontribusi melahirkan generasi penerus yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. (ADV) 

Pertumbuhan Ekonomi Banten Tren Positif, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Tolok Ukur Kebijakan Baru

Acara"Insight Forum Membedah Langkah Ekonomi Banten Dan Penganugrahan Kontributor Data 2026, Digelar Di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa, (13/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peranan penting. Sensus ini menjadi landasan utama dalam memetakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten.


​Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Deden pada acara "Insights Forum: Membedah Langkah Ekonomi Banten dan Penganugerahan Kontributor Data 2026" di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa (13/10/2026). Dalam acara yang mengusung tema "Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026" tersebut, Sekda Deden bersama Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah instansi dan pihak swasta yang berperan aktif menyukseskan SE 2026.


​Menurut Sekda Deden, hasil SE 2026 diharapkan menjadi fondasi untuk memetakan struktur dan karakteristik usaha, serta mengidentifikasi sektor-sektor unggulan. "Ini termasuk pemetaan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta perumusan strategi transformasi ekonomi Banten yang makin produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya.


​Ia juga menyoroti tren positif pertumbuhan ekonomi Banten yang meningkat dari 4,79 persen pada 2024 menjadi 5,37 persen pada 2025, dan mencapai 5,49 persen pada triwulan II-2026. Pencapaian ini dinilai perlu disyukuri sekaligus memicu optimisme terhadap prospek perekonomian daerah ke depan.


​"Semangat optimisme ini hendaknya senantiasa kita jaga dan perkuat melalui kolaborasi, inovasi, serta kebijakan pembangunan yang makin tepat sasaran," tambah Sekda Deden.


​Terlebih, Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Banten pada 2026 tetap tumbuh kuat pada kisaran 5,1 hingga 5,9 persen. Oleh karena itu, optimisme ini harus diiringi upaya nyata agar pertumbuhan ekonomi membawa manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, penguatan UMKM, dan pemerataan di seluruh wilayah Banten.


​Pengembangan kawasan industri baru, investasi, dan pariwisata juga dinilai krusial untuk memacu pertumbuhan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Lebih lanjut, Sekda Deden menilai Insights Forum ini sangat strategis untuk memperkuat sinergi dan menyamakan pemahaman mengenai arah transformasi ekonomi daerah di era Industri 5.0.


​"Masukan dan rekomendasi dari forum ini akan menjadi landasan merumuskan kebijakan serta menyusun program pembangunan daerah yang terarah, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan," paparnya.


​Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah menyukseskan pelaksanaan SE 2026, yang kini pendataannya telah mencapai 100 persen.


​"Data ini merupakan potret menyeluruh dari kondisi perekonomian masyarakat Banten berdasarkan fakta riil yang dikumpulkan oleh petugas di lapangan," kata Yusniar.


​Yusniar menegaskan bahwa validitas data yang terverifikasi akan sangat membantu kesuksesan berbagai program Pemerintah Daerah (Pemda). Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-26 Provinsi Banten, yakni "Banten Bergerak, Maju Berdampak".


​"Kata kuncinya adalah berdampak. Data yang kami himpun dari masyarakat harus berdampak serta menjadi tolok ukur dalam setiap pengambilan kebijakan agar benar-benar tepat sasaran," pungkasnya. (Red).

SAMBAT CAMAT, Inovasi Kecamatan Curug untuk Menampung Keluhan dan Aspirasi Warga


SERANG – Kecamatan Curug, Kota Serang, menghadirkan inovasi pelayanan publik SAMBAT CAMAT (Sarana Masyarakat Berkonsultasi, Aspirasi, dan Tindak Lanjut Bersama Camat). Inovasi yang digagas Camat Curug Eni Sudaryani ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, mengadukan persoalan, dan memberikan aspirasi terkait pembangunan wilayah.


Eni mengatakan, SAMBAT CAMAT lahir dari keprihatinannya terhadap banyaknya persoalan warga yang beredar di media sosial, tetapi belum tentu sampai kepada pemerintah untuk mendapatkan tindak lanjut.


Menurutnya, media sosial memang menjadi sarana masyarakat untuk menyuarakan persoalan. Namun, pemerintah membutuhkan mekanisme pengaduan yang lebih terarah agar setiap laporan tercatat, terpantau, dan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.


“Banyak masalah warga berseliweran di media sosial, tetapi tidak tertampung, bahkan tidak terbaca. Melalui SAMBAT CAMAT, kami berharap masyarakat memiliki wadah untuk mengadukan masalah, menyampaikan aspirasi, dan mendapatkan tindak lanjut dari kecamatan,” ujar Eni.


Ia menjelaskan, SAMBAT CAMAT menggabungkan layanan digital dan konsultasi tatap muka. Dengan dua pilihan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan persoalan sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.


Melalui layanan berbasis Google Form, warga dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi tanpa harus datang ke kantor kecamatan. Warga cukup memindai kode batang atau barcode yang akan dipasang di sejumlah lokasi strategis.


Sistem tersebut mencatat setiap laporan secara digital sehingga petugas lebih mudah mengadministrasikan, memantau, dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat.


“Kami ingin memberikan pelayanan yang fleksibel. Warga bisa menyampaikan keluhan dari mana saja melalui Google Form. Dengan pencatatan digital, laporan yang masuk dapat terdokumentasi dengan lebih tertib,” jelasnya.


Selain layanan digital, Kecamatan Curug menyediakan ruang konsultasi langsung bagi warga yang ingin berdialog dengan camat. Warga dapat datang ke kantor Kecamatan Curug setiap Jumat pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.


Petugas akan membantu warga mendaftarkan pengaduan melalui Google Form dan mencatatnya dalam buku pengaduan. Setelah itu, warga dapat berdialog langsung di ruangan yang telah disediakan.


Eni menilai konsultasi tatap muka tetap penting karena tidak semua warga mudah menyampaikan persoalan melalui layanan digital. Melalui dialog langsung, pihak kecamatan dapat mendengarkan keluhan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.


“Bagi masyarakat yang ingin bertemu langsung, silakan datang setiap Jumat pukul 08.30 sampai 11.00 WIB. Kami sudah menyiapkan mekanisme agar warga bisa menyampaikan persoalannya dengan nyaman,” katanya.



Eni mengatakan, pihaknya memeriksa laporan yang masuk setiap hari agar pengaduan warga tidak berhenti pada tahap pencatatan. Namun, penyelesaian setiap persoalan bergantung pada jenis masalah dan kewenangan instansi terkait.


Jika pengaduan menyangkut infrastruktur atau membutuhkan penanganan perangkat daerah lain, Kecamatan Curug akan meneruskan laporan tersebut kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti.


“Setiap hari kami memeriksa laporan yang masuk agar bisa segera merespons. Jika persoalannya berkaitan dengan infrastruktur, kami akan menyampaikannya kepada dinas terkait untuk diproses sesuai kewenangannya,” ungkap Eni.


Ia menyebutkan, SAMBAT CAMAT telah menampung sejumlah aspirasi masyarakat. Ke depan, pihaknya berharap semakin banyak warga memanfaatkan layanan tersebut sebagai saluran komunikasi dengan pemerintah kecamatan.


Menurut Eni, Wali Kota Serang Budi Rustandi juga mendukung inovasi SAMBAT CAMAT karena layanan ini membuka akses komunikasi yang lebih mudah antara masyarakat dan pemerintah kecamatan.


Dukungan tersebut mendorong Kecamatan Curug untuk terus mengembangkan layanan pengaduan yang mudah diakses dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.


Eni juga menargetkan SAMBAT CAMAT terintegrasi dengan sistem pelayanan digital Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Integrasi ini diharapkan memperkuat koordinasi penanganan pengaduan, terutama untuk persoalan yang membutuhkan keterlibatan organisasi perangkat daerah di luar kewenangan kecamatan.


“Target kami ke depan, SAMBAT CAMAT bisa terintegrasi dengan sistem Pemerintah Kota Serang melalui Diskominfo. Dengan begitu, koordinasi dan tindak lanjut laporan masyarakat diharapkan semakin baik,” ujarnya.


Eni menegaskan, SAMBAT CAMAT tidak sekadar menghadirkan layanan berbasis teknologi, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh respons dari pemerintah.


Ia berharap inovasi ini dapat membangun komunikasi dua arah sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan Kecamatan Curug.


“Kami ingin masyarakat memiliki tempat untuk menyampaikan keluhan dan permasalahan. Warga harus merasa didengar, aspirasinya tertampung, dan ada tindak lanjut yang jelas sesuai kewenangan,” pungkasnya.


Melalui SAMBAT CAMAT, Kecamatan Curug berupaya mempermudah akses pengaduan melalui layanan digital dan konsultasi tatap muka. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah kecamatan berharap persoalan warga tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial, tetapi juga masuk ke jalur pengaduan resmi yang dapat dipantau dan ditindaklanjuti. (ADV)

Sekda Banten Ajak ASN Hidup Sehat dan Peduli Sesama Lewat Gemilang Korpri Night Run 2026

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Mendampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakhrullah, Membuka Kegiatan Gemilang Korpri Night Run 2026.


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian antarsesama. Pesan tersebut disampaikan Deden usai mendampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakhrullah membuka ajang Gemilang Korpri Night Run 2026 di Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (10/10/2026) malam.


​Kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat ini diikuti oleh ribuan peserta. Mereka terbagi ke dalam lima kategori, yakni ASN, TNI, Polri, masyarakat umum, dan pelajar. Turut hadir Bupati Tangerang Maesyal Rasyid selaku tuan rumah dan Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja sebagai panitia pelaksana.


​Menurut Sekda Deden, Gemilang Korpri Night Run 2026 merupakan cerminan semangat ASN untuk terus bergerak dan menjaga kebugaran tubuh. Dengan tubuh yang sehat, semangat melayani dan mengabdi kepada masyarakat dinilai akan lebih maksimal tanpa mengenal waktu.


​"Kita ingin membangun ASN yang sehat, tangguh, dan solid," ujar Deden.


​Selain itu, ajang olahraga ini juga mengusung misi kemanusiaan melalui aksi amal bagi masyarakat yang terdampak bencana. Hal ini menandakan bahwa Korpri tidak hanya berfokus pada jalannya roda pemerintahan, tetapi juga membawa kepedulian dan harapan bagi sesama.


​"Meski pesertanya berasal dari berbagai daerah, di tempat ini kita memiliki tujuan yang sama, yakni mengabdi untuk Indonesia," tuturnya.


​Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakhrullah mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga kekompakan, khususnya demi kemajuan wilayah Kabupaten Tangerang. Ia menyebutkan, ASN merupakan motor penggerak terbaik pemerintah dengan jumlah mencapai sekitar tujuh juta orang di seluruh Indonesia.


​"Kalau kita kompak, insyaallah Indonesia akan cepat maju. Mari kita majukan Indonesia mulai dari Kabupaten Tangerang," papar Zudan.


​Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, Gemilang Korpri Night Run 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus HUT ke-26 Provinsi Banten. Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang dinilai sangat luar biasa.


​Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tangerang.


​"Kegiatan ini melengkapi rangkaian peringatan HUT Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. Semoga para pelaku UMKM semakin hidup, serta sektor kuliner hingga perhotelan juga ikut tumbuh," pungkasnya. (Red).

Apresiasi Karya Kreatif Banten, Gubernur Banten Andra Soni Targetkan UMKM dan Wastra Lokal Bersaing di Kancah Global

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni Hadiri Acara Peragaan Busanan (Fashion Show) Karya Kreatif Banten Yang Digelar Oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten.


Gubernur Banten Andra Soni, menyatakan bahwa gelaran Karya Kreatif Banten secara efektif mampu mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Banten untuk naik kelas. Kegiatan ini dinilai sukses mengkurasi produk UMKM agar mampu bersaing dan tampil di panggung provinsi, nasional, bahkan internasional.


​“Kami mengapresiasi kegiatan Karya Kreatif Banten yang alhamdulillah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Ini adalah salah satu upaya mengkurasi UMKM kita agar bisa tampil di ajang bergengsi seperti ini,” ungkap Gubernur Andra Soni usai menyaksikan peragaan busana (fashion show) Karya Kreatif Banten di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (10/10/2026).


​Menurut Gubernur Andra Soni, ragam karya desain yang dipamerkan sangat menarik, terutama inovasi wastra tenun Baduy yang dikembangkan oleh para pelaku usaha. “Niat baik dari acara ini adalah bagaimana UMKM kita bisa naik kelas sekaligus mendukung pariwisata daerah, dengan menjadikan tenun Baduy sebagai ikon,” tambahnya.


​Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni. Ia turut mengapresiasi perhelatan tersebut sebagai wadah unjuk gigi bagi talenta lokal.


​“Saya ikut serta dalam rangka memperkenalkan karya para desainer muda Banten. Banyak desainer muda kita yang kini turut menjadi aset daerah,” ujar Tinawati.


​Ia menegaskan, tenun Baduy merupakan salah satu kekayaan Provinsi Banten yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan. Ia berharap wastra khas ini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. “Tadi banyak juga karya adibusana yang potensial untuk kita bawa ke mancanegara,” katanya.


​Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia, menjelaskan bahwa kegiatan Karya Kreatif Banten rutin diselenggarakan dari tahun ke tahun melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah mendorong wastra Banten yang memiliki kekhasan etnik, seperti tenun Baduy, agar semakin menembus pasar global.


​“Tenun Baduy kini digandrungi oleh para eksekutif muda maupun senior karena tampilannya yang keren. Siapa pun bisa mengenakan wastra Banten, terutama tenun Baduy,” tutur Sofwan.


​Sebagai informasi, peragaan busana dalam gelaran tersebut menampilkan beragam karya desain pakaian, tas, topi, dan aksesori berbahan dasar tenun Baduy, teknik cetak ramah lingkungan (ecoprint), batik, hingga rajut. Di lokasi yang sama, dipamerkan pula berbagai produk unggulan UMKM Provinsi Banten lainnya, mulai dari jajanan pasar, produk herbal, kopi, hingga kerajinan khas daerah. (Red).

Banten CorpU Resmi Meluncur, Dorong ASN Lebih Inovatif dan Kolaboratif

 


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi meluncurkan Banten Corporate University (Banten CorpU) bersamaan dengan penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2026. Program ini dirancang sebagai ekosistem pembelajaran untuk mempercepat transformasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan.


​Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, menyatakan peluncuran ini menjadi momentum penting dalam pembangunan aparatur dan reformasi birokrasi di Pemprov Banten.


​"Banten CorpU menjadi penguat ekosistem organisasi pembelajar yang mendorong aparatur untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Tujuannya adalah mewujudkan transformasi budaya kerja dari hierarkis-administratif menjadi birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis kinerja," ujar Sekda Deden di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Jumat (9/10/26).


​Deden menjelaskan, sistem pembelajaran ini memastikan pengembangan kompetensi ASN selaras dengan tujuan pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa setiap program pembelajaran harus relevan dengan kebutuhan organisasi, prioritas pembangunan daerah, serta mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan publik.


​Dalam kesempatan tersebut, Sekda Deden juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas sinergi dalam pembinaan kompetensi aparatur, serta kepada BPSDMD Provinsi Banten dan Tim Percepatan Pembentukan Banten CorpU yang telah merealisasikan program tersebut. Ia berharap ekosistem ini mampu melahirkan aparatur yang kompeten dan berintegritas.


​Sementara itu, Kepala LAN, Muhammad Taufik, menekankan bahwa corporate university harus memberikan dampak nyata terhadap pencapaian visi, misi, dan program strategis pemerintah daerah. Menurutnya, sistem ini adalah sarana untuk menerjemahkan program strategis daerah ke dalam proses pembelajaran aparatur secara praktis.


​"Terutama melalui Learning Organization Management System (LOMS) sebagai fondasi tata kelola pembelajaran dan Learning Organization Maturity Index (LOMI) sebagai instrumen kematangan organisasi. Ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan pada Pemprov Banten,” pungkas Taufik. (Red).

APBD Perubahan 2026 Disetujui, Gubernur Banten Andra Soni Fokus Pencapaian RPJMD

Gubernur Banten Andra Soni, Memaparkan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Difokuskan Mencapar Taeget Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).


Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 difokuskan untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjalankan amanat masyarakat.


​"Landasannya adalah RPJMD. Capaian-capaian RPJMD ini merupakan janji atau amanat masyarakat melalui DPRD yang diberikan kepada pemerintah,” kata Andra Soni seusai menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Provinsi Banten di Gedung DPRD Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (29/9/2026).


​Setelah mendapat persetujuan legislatif, Gubernur Andra Soni menyebutkan Pemerintah Provinsi Banten akan segera menyerahkan draf rancangan tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dievaluasi. Ia memastikan pelaksanaannya kelak akan mengutamakan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


​Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim menyatakan, APBD Perubahan 2026 diarahkan untuk melanjutkan program prioritas yang berpihak pada kepentingan publik.


​“Kami berharap setelah penetapan ini, Gubernur bisa segera berkonsolidasi dengan Kemendagri untuk tahapan evaluasi. Selanjutnya, dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat, pemerintah diharapkan dapat menuntaskan seluruh program prioritas,” ucap Fahmi.


​Sebagai informasi, berdasarkan laporan Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten yang dibacakan oleh Mohammad Bahri, total proyeksi pendapatan daerah pada APBD Perubahan 2026 disepakati sebesar Rp9,750 triliun.


​Rincian proyeksi tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7,114 triliun, yang ditopang oleh sektor pajak senilai Rp6,479 triliun, retribusi daerah Rp361,212 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp46,8 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp226,76 miliar. Selain itu, postur anggaran juga ditunjang oleh pendapatan transfer sebesar Rp2,597 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp8,457 miliar.

(Red).

Pelantikan MPDN dan Notaris Pengganti, Kemenkum Banten Tekankan Tanggung Jawab dan Integritas

Pengambilan Sumpah Dan Pelantikan Notaris Pengganti Serta Penganti Paruh Waktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Di Wilayah Kerja Provinsi Banten, Senin, (28/09/2026).


SERANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten menggelar pengambilan sumpah dan pelantikan Notaris Pengganti serta Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) di wilayah kerja Provinsi Banten, Senin (28/9/2026), bertempat di Bale Soepomo Kanwil Kemenkum Banten.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten, Pagar Butar Butar, mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik sekaligus mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dan tanggung jawab sesuai ketentuan.


Kepada PAW Anggota MPDN Kabupaten Tangerang, Pagar menegaskan bahwa setelah mengucapkan sumpah, tugas utama yang harus dijalankan adalah melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap Notaris untuk dan atas nama Menteri Hukum Republik Indonesia.


“Setelah mengucapkan sumpah pada hari ini, saudara wajib menjalankan tugas sebagai Majelis Pengawas Daerah Notaris untuk melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap Notaris untuk dan atas nama Menteri Hukum Republik Indonesia,” ujar Pagar.


Sementara kepada Notaris Pengganti, Pagar menyampaikan bahwa keberadaan Notaris Pengganti bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pembuatan akta. Karena itu, Notaris Pengganti dituntut untuk menjalankan tugas secara amanah, jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, serta menjaga kepentingan para pihak yang berkaitan dengan perbuatan hukum.


Pagar juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses pembuatan akta autentik. Hal tersebut diperlukan mengingat permasalahan hukum dapat muncul ketika terdapat pihak yang memberikan surat atau keterangan palsu ke dalam akta yang dibuat oleh Notaris maupun Notaris Pengganti.


“Prinsip kehati-hatian sangat penting dalam proses pembuatan akta autentik. Notaris maupun Notaris Pengganti harus memastikan setiap proses dilakukan sesuai ketentuan dan tidak mengabaikan kepentingan serta hak para pihak,” lanjutnya.


Pelantikan tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap Notaris sekaligus memastikan pelayanan kenotariatan kepada masyarakat berjalan profesional, berintegritas, dan memberikan kepastian hukum.


Turut hadir Kepala Divisi Pelayanan Hukum Picesco Andika Tulus, Plt. Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan Tanti Fristianti, serta jajaran Kanwil Kemenkum Banten. (Red).

Satukan Langkah Lawan Narkoba, Kemenkum Banten Dorong Penguatan Regulasi P4GN di Banten

Rapat Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Provinsi Banten, Yang Digelar Di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Senin, (28/09/2026).


SERANG– Upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Provinsi Banten terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Provinsi Banten Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Senin (28/9/2026).


Rapat dihadiri Kepala BNN Provinsi Banten, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten Pagar Butar Butar, Plt. Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kemenkum Banten Tanti Fristianti, Direktur Narkoba Polda Banten, Kepala BIN Daerah Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, serta unsur Forkopimda.


Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah saat membuka rapat menyampaikan bahwa pembentukan Tim Terpadu P4GN menjadi langkah penting untuk menghasilkan upaya yang konkret dan terukur. Penguatan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat juga dinilai perlu terus dilakukan secara bersama-sama.


Dalam forum tersebut, masing-masing unsur menyampaikan dukungan dan langkah yang dapat dilakukan sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Kemenkum Banten turut memberikan gambaran mengenai lanskap regulasi P4GN di wilayah Provinsi Banten melalui paparan yang disampaikan Tanti Fristianti.


Dalam paparannya, Tanti memetakan regulasi P4GN pada kabupaten/kota di Banten. Hasil inventarisasi menunjukkan adanya perbedaan status regulasi antardaerah, meskipun memiliki arah kebijakan yang sama. Sejumlah daerah telah memiliki Perda khusus P4GN, antara lain Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Serang. Sementara Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon mengatur substansi terkait narkotika secara gabungan dalam regulasi daerah. 


Kemenkum Banten juga mencatat Kabupaten Lebak telah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah P4GN pada 2025, sedangkan Kabupaten Serang dalam bahan paparan disebut belum memiliki Perda khusus P4GN. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam melihat pemerataan implementasi kebijakan P4GN di seluruh wilayah Banten. 


Melalui forum Tim Terpadu P4GN, sinergi antarlembaga diharapkan tidak berhenti pada koordinasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dan terukur dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Provinsi Banten. (Red).

Lestarikan Kearifan Lokal, Gubernur Banten Andra Soni Serap Aspirasi Nelayan di Tasyakuran Laut Sidamukti

Gubernur Banten Andra Soni, Menghadiri Tradisi Tasyakuran Laut, Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/09/2026).


Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan. Berbagai program prioritas terus diarahkan agar taraf hidup dan martabat kelompok nelayan semakin terangkat.


​"Insyaallah, Presiden Prabowo Subianto fokus pada kesejahteraan masyarakat," ungkap Gubernur Andra  saat menghadiri tradisi Tasyakuran Laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/9/2026).


​Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra  memaparkan sejumlah inisiatif pemerintah untuk nelayan, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, bantuan premi asuransi kecelakaan kerja, jaminan BPJS Kesehatan, hingga penyediaan alat pelacak posisi kapal.


​Selain memaparkan program, Gubernur Andra juga menyerap langsung masukan dari para nelayan setempat. “Tadi juga ada aspirasi terkait perbaikan dermaga dan penanganan pendangkalan muara,” ucapnya.


​Kehadiran Gubernur Banten ini sekaligus untuk mengapresiasi pelaksanaan Tasyakuran Laut oleh masyarakat pesisir Sidamukti. Baginya, tradisi ini bukan sekadar wujud syukur, melainkan kearifan lokal untuk menjaga budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi.


​Menurut Gubernur Andra, warga Sidamukti sangat teguh menjaga tradisi leluhur tersebut. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat dan nelayan yang hadir, bahkan dari wilayah Labuan dan Panimbang.


​"Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang sangat baik bagi masyarakat," tambah Gubernur Andra.


​Pada momen tersebut, Gubernur Andra juga menyerahkan berbagai bantuan guna mendukung peningkatan produktivitas dan keselamatan kerja para nelayan pesisir.


​Salah satu penerima bantuan premi asuransi BPJS Ketenagakerjaan, Tadi Rustadi (35), mengaku bersyukur atas perhatian dari pemerintah daerah. Ia merasa jaminan keselamatan tersebut sangat membantunya dalam mencari nafkah.


​“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan membuat kami lebih tenang saat bekerja di laut,” ungkap Tadi.


​Nelayan yang sehari-hari mencari ikan hingga ke perairan Pulau Panaitan ini juga menuturkan bahwa hasil tangkapan biasanya akan meningkat setelah digelarnya Tasyakuran Laut.


​"Tasyakuran atau pesta laut ini biasanya diadakan dua tahun sekali, bergantian dengan Desa Panimbang. Kebanyakan ikan tangkapan kami berupa ikan bentong, kembung banjar, dan cumi-cumi. Hasilnya kemudian dikirim ke Muara Baru serta Muara Angke di Jakarta,” tuturnya. (Red).

Hadir di Kriyanusa 2026, Tinawati Ingin Produk Industri Kecil Menengah Banten Semakin Dikenal

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, Hadiri Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menghadiri Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026. Di sana, ia ingin produk-produk asal Banten dikenal di Nusantara dengan aneka kekayaan kerajinannya. 


"Hari ini saya senang dan bangga bisa hadir dan mengikuti pembukaan Kriyanusa 2026. Mudah-mudahan diikuti dengan semangat penjualan, kemudian saling memperkenalkan kekayaan daerah masing-masing terutama Provinsi Banten," kata Tinawati di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta. Sabtu (26/9/2026).


Kebijakan efisiensi yang diterapkan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) tidak mengurangi esensi kehadiran Dekranasda. Di acara ini hadir para pemangku kepentingan yang peduli pada Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usama Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar naik kelas dan memperluas pangsa pasar secara global. 


"Sehingga kerajinan khususnya di Provinsi Banten diharapkan bisa semakin dikenal di tingkat nasional namun juga di tingkat dunia," ujarnya. 


Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Iwan Hermawan mengatakan, Kriyanusa 2026 menampilkan desain dengan nuansa lokal yang bahan baku produk-produknya adalah unggulan Banten.


"Alhamdulillah, Kriyanusa merupakan sarana bagi kita untuk mempromosikan, memasarkan, bahkan menjalin kemitraan sesama Industri Kecil Menengah (IKM)," ujarnya. 


Sebagai informasi, pada pameran Kriyanusa 2026 ini, Dekranasda Provinsi Banten menampilkan produk IKM unggulan. Antara lain Fastershop atau kerajinan berbahan tas goni yang dimodifikasi dengan rajut, tenun, bordir dan batik dari Kota Tangerang. Nikhol Gallery, dengan produk fashion etnik wastra Banten yang sudah ekspor ke Rusia, Hong Kong, Turki, Filipina, Malaysia. Terakhir adalah Magicstone, aksesori dari batu alam, mutiara dan tas rajut yang dipadu dengan batu alam. (Red).

Pesan Wagub Banten di Masjid Al-Azhom: Hati Bersih adalah Kunci Ketenangan Hidup

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah Hadiri Acara Cahaya Hati Cahaya Indonesia, Di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Pada Sabtu Malam, (26/09/2026).


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah hadir pada kegiatan Cahaya Hati Cahaya Indonesia edisi "Doa untuk Bangsa" di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026) malam. Kegiatan keagamaan ini turut diisi dengan tausiah oleh Ustaz Derry Sulaiman, Habib Abdullah bin Ja’far Assegaf, dan Abi Amir Faishol Fath.


​Dalam kesempatan tersebut, Wagub Dimyati menyampaikan bahwa cahaya hati tidak hanya tercermin dari sikap dan perkataan, tetapi berawal dari kedekatan seseorang kepada Allah. Menurutnya, hati yang bersih akan membantu seseorang menjaga ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


​“Cahaya hati bukan hanya dari sikap dan kata-kata, melainkan bagaimana kita dekat dengan Allah. Dengan hati yang bersih, kita dapat menjaga ketenangan,” ungkap Wagub Dimyati.


​Lebih lanjut, Wagub Dimyati menjelaskan bahwa hati yang bercahaya akan membentengi seseorang dari sifat-sifat negatif, seperti mudah mengeluh, marah, maupun membanding-bandingkan diri dengan orang lain.


​“Untuk menghindari hal-hal tersebut, kita harus memiliki hati yang baik dan bersih. Oleh karena itu, kita membutuhkan cahaya hati,” katanya.


​Ia juga mengingatkan kepada para jemaah yang hadir bahwa kehidupan dunia pada hakikatnya merupakan ujian dan permainan yang sementara. Jabatan, harta, dan takhta merupakan titipan yang pada waktunya akan ditinggalkan.


​Menurut Wagub Dimyati, bekal utama yang sesungguhnya adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, serta berbagai kebaikan yang ditebarkan selama hidup di dunia.


​“Jabatan, harta, dan takhta itu semua hanya titipan dan tidak kekal. Yang kekal bagi kita adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, dan kebaikan yang kita lakukan,” tuturnya.


​Di akhir sambutannya, Wagub Dimyati menilai bahwa kegiatan keagamaan seperti Cahaya Hati Cahaya Indonesia memiliki peran krusial dalam meningkatkan pemahaman spiritual sekaligus membangun karakter generasi muda. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi dorongan untuk menciptakan generasi muda Banten yang unggul.


​“Kita sebagai pemimpin Banten dan pemimpin bangsa harus bisa menjadikan anak-anak kita generasi yang hebat, saleh dan salihah, cerdas, serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya. (Red).

Dilantik Jadi Ketua HKTI Banten, Andra Soni Jadikan Kawasan Sitandu Laboratorium Pertanian

Gubernur Banten Andra Soni, Resmi Di Lantik Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten, Periode 2026-2031.


Gubernur Banten Andra Soni resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten periode 2026–2031. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (26/9/2026).


​Sebagai ketua baru yang terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Banten, Andra menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan sektor pertanian. Ia menyebut, keberadaan HKTI harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para petani.


​"Saya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya para insan pertanian," ungkap Andra Soni.


​Sebagai Gubernur, Andra Soni menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menjalankan sejumlah program strategis yang bersinggungan langsung dengan sektor pertanian. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Usaha Tani yang bertujuan meningkatkan konektivitas, serta menekan biaya produksi dan distribusi hasil panen.


​Selain itu, Pemprov Banten juga tengah menggencarkan program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera). Sepanjang tahun pertama pelaksanaannya, program ini telah merampungkan 61 ruas jalan desa.


​"Dampaknya, alhamdulillah, nilai tukar petani kita mengalami peningkatan," tuturnya.


​Lebih lanjut, Gubernur Andra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur perdesaan akan terus berlanjut pada 2026. Hal ini merupakan wujud nyata dukungan Pemprov Banten terhadap pemerataan ekonomi yang dimulai dari desa.


​"Desa adalah tempat kita berasal dan lokasi utama produksi. Apa yang kita konsumsi sehari-hari tumbuh dan dirawat oleh petani di desa," imbuhnya.


​Terkait peranan HKTI, Gubernur Andra berencana mengarahkan Kawasan Sitandu seluas 20 hektare sebagai laboratorium pertanian sekaligus ruang inovasi budi daya.


​"Kawasan ini bisa kita jadikan laboratorium. Banyak insan tani kita yang mampu memproduksi pupuk dan mempraktikkan berbagai metode tanam, semuanya bisa diuji coba di sini," katanya.


​Andra berharap, kepengurusan HKTI yang baru dapat menjadi wadah solid untuk memajukan petani. "Meskipun pengurus tidak semuanya berlatar belakang petani murni, kami berkomitmen kuat mendukung petani Banten agar semakin makmur dan sejahtera," tegasnya.


​Sementara itu, Ketua Umum HKTI Sudaryono yang turut hadir dalam pelantikan tersebut mengapresiasi potensi besar pertanian di Banten. Ia menilai, tren produktivitas pertanian Banten terus menunjukkan peningkatan dan berhasil membuka banyak lapangan pekerjaan baru.


​"Banten adalah wilayah yang secara pertanian sangat potensial. Kita bisa melihat, selama sahabat saya, Pak Andra Soni, menjadi gubernur, produktivitas dan peringkat pertanian di Banten terus naik," ujar Sudaryono.


​Sudaryono juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi komoditas pangan—seperti beras, jagung, tebu, sayuran, dan buah-buahan—untuk mendukung swasembada nasional. Ia menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah memberikan kepastian penyerapan pasar (off-take) bagi hasil panen petani lokal.


​"Adanya jaminan off-take (jual beli, red) melalui program MBG memberikan efek langsung terhadap perputaran ekonomi di desa-desa," paparnya.


​Ia meyakini, program yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut mampu memicu lonjakan produktivitas berbagai komoditas pertanian dan peternakan di Banten.


"Sinergi BGN dengan program MBG-nya ini akan menjadi pemicu utama meningkatnya produktivitas pertanian kita," pungkas Sudaryono. (Red).

Pemprov Banten Antarkan Pemakaman Surakman Korban Hilang di Selat Sunda

Prosesi Salat Jenazah Kru Kapal Yang Menjadi Korban Insiden Laut Dalam Perjalanan Menuju Gunung Anak Krakatau Di Selat Sunda, Berlangsung Di Masjid Agung Al Khusaeni, Kamis (24/09/2026).


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi keluarga Surakman, salah satu kru kapal yang menjadi korban insiden laut dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.


​Mewakili Gubernur Banten, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Banten Arif Agus Rakhman, turut menghadiri prosesi salat jenazah hingga pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (24/9/2026).


​"Kami atas nama Pemprov Banten menyampaikan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kami akan terus melakukan pendampingan dan berkomunikasi intensif dengan keluarga," kata Arif.


​Arif menambahkan, Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya. Ia menegaskan, setiap perkembangan informasi di lapangan akan langsung diteruskan kepada pihak keluarga.


​“Informasi sekecil apa pun yang kami terima akan kami komunikasikan kepada keluarga,” ujarnya.


​Turut hadir dalam prosesi tersebut, Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono. Kehadiran jajaran kepolisian dan pemerintah daerah ini merupakan wujud nyata pendampingan moril terhadap keluarga korban hingga proses pemakaman selesai.


​Berdasarkan pantauan, jenazah Surakman tiba di Masjid Agung Al Khusaeni sekitar pukul 10.45 WIB menggunakan ambulans. Suasana haru menyelimuti warga dan kerabat yang telah berkumpul sejak pagi untuk menyambut kedatangan jenazah.


​Setelah disalatkan, jenazah langsung dibawa ke TPU Ki Demang yang berlokasi tidak jauh dari masjid untuk dikebumikan. Arif bersama jajaran kepolisian dan masyarakat turut mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.


​Sebagai informasi, jenazah Surakman sebelumnya ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah melalui proses identifikasi, jenazah dipulangkan ke Banten atas permintaan keluarga.


​Surakman merupakan satu dari delapan orang yang dilaporkan hilang saat berlayar menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 lalu. Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu orang pemandu. (Red).