BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Pemerintahan

Second Slider

Pemerintahan

BERITA BARU

Pemerintahan/block-5

BERITA PILIHAN

Pemerintahan/block-3

NEW UPDATE

Pemerintahan/block-3

Latest Articles

Camat Serang Dorong Kesadaran Warga Lewat Aksi Nyata Pengelolaan Sampah

Camat Serang Basuni.


SERANG – Camat Serang Basuni turun langsung memantau pengelolaan sampah di Kelurahan Kaligandu, Jumat, 10 April 2026. Ia memastikan penanganan sampah berjalan optimal sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan lingkungan bersih.


Basuni tidak hanya hadir secara simbolis. Ia ikut memantau kondisi lapangan bersama aparat kelurahan dan masyarakat. Mereka bersama-sama meninjau titik-titik sampah sekaligus melakukan penanganan di lingkungan sekitar.


Basuni menegaskan, pengelolaan sampah yang baik menjadi kunci menciptakan lingkungan sehat dan nyaman. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan.


“Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, pemerintah kecamatan juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Warga didorong untuk membiasakan pemilahan sampah hingga membuangnya dengan benar.


Pemerintah Kecamatan Serang terus mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan di tengah masyarakat. Basuni berharap langkah ini membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup.


Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua. (ADV)

Dinkes Serang Intensifkan Intervensi, Tekan Angka Stunting Bertahap

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanudin.

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan berbagai program penanggulangan stunting sebagai upaya meningkatkan kualitas generasi masa depan. Berbagai intervensi dilakukan secara terukur, mulai dari masa kehamilan hingga anak usia balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanudin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru tahun 2026, angka stunting masih menjadi perhatian serius di sejumlah kecamatan.

“Jika dilihat per kecamatan, kasus stunting tertinggi berada di Kecamatan Kasemen sebanyak 766 kasus, disusul Kecamatan Serang 402 kasus, Kecamatan Taktakan 284 kasus, Kecamatan Walantaka 325 kasus, Kecamatan Cipocok Jaya 57 kasus, dan Kecamatan Curug 16 kasus,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, dinamika angka stunting sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kelahiran baru dan anak yang telah melewati usia balita. Meski demikian, upaya penurunan terus dilakukan melalui berbagai program intervensi, salah satunya melalui pendekatan MBG (Ibu Hamil, Bayi, dan Balita).

“Stunting bukan penyakit yang muncul secara instan. Ini merupakan kondisi yang terbentuk dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Oleh karena itu, intervensi harus dilakukan sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus utama penanganan stunting berada pada pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Pasalnya, masa tersebut merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.

Sebagai bentuk komitmen, Dinas Kesehatan Kota Serang telah menjalankan berbagai program strategis, di antaranya rujukan balita stunting, rujukan balita gizi buruk, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan meliputi pemantauan status gizi, pemberian makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita berisiko stunting, distribusi kapsul vitamin A, hingga pemantauan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi anak usia 6 hingga 23 bulan.

Menurutnya, melalui berbagai program tersebut, ia optimistis angka stunting dapat terus ditekan secara bertahap. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. (ADV)

Wagub Dimyati: Serikat Buruh Harus Perkuat Persatuan Hubungan Industrial

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Hadiri Halalbihalal Di Kawasan Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang.


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah berpesan kepada serikat buruh untuk memperkuat persatuan dan hubungan industrial. Harmonisasi itu penting dilakukan agar iklim investasi di Banten tetap terjaga baik di tengah kondisi eskalasi dunia yang cukup tinggi.


Hal itu dikatakan Dimyati saat menghadiri acara halalbihalal keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Indonesia pimpinan Andi Gani Nena Wea (AGN) di KMK Global Sport, Kawasan Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/6/2026). Hadir Ketua Dewan Penasehat KSPSI AGN Jendral Listyo Sigit Prabowo, Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea bersama jajaran, Chief Operating Officer (COO) PT KMK Global Sport Jimmy Syang, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki serta Bupati Tangerang Maesyal Rosyid.


Menurut Dimyati, dengan harmonisasi antara pekerja dengan pengusaha, maka berbagai persoalan hubungan industrial bisa diselesaikan dengan baik dan saling menguntungkan. Industri tetap beroperasi dan para buruh bisa bekerja dengan baik.


"Insya Allah, Banten ini saya pastikan daerah yang ramah terhadap investor. Bahkan berbagai kemudahan dan kecepatan perizinan sudah kita lakukan," katanya.


Kemudian, Pemprov Banten juga menurutnya sedang fokus bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan dengan sumber daya unggul dan kompetitif. Hal itu tentunya bisa terwujud dengan kolaborasi yang kuat, tidak hanya pada tataran tripartit.


"Tetapi sinergi dengan jajaran TNI dan Polri juga sangat dibutuhkan dalam menjaga Kamtibmas," pungkasnya.


Ketua Dewan Penasehat KSPSI AGN yang juga Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para pekerja serta membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Terkait dengan kondisi situasi global, Listyo menekankan agar seluruh anggota KSPSI untuk bisa menjaga iklim investasi di Indonesia melalui sinergitas yang baik antara pekerja dengan industri.


"Kalau ada persoalan, selesaikan dengan baik-baik. Bicara bersama," katanya.


Terakhir Listyo mengatakan jika Presiden Prabowo akan hadir langsung pada momen perayaan Hari Buruh (May Day) yang dipusatkan di Monas nanti bersama ratusan ribu pekerja dari berbagai serikat.


"Saya juga mengajak kepada kalangan industri agar ikut serta meramaikan May Day sebagai bentuk perayaan bersama. Kami ingin buktikan jika hubungan antara pekerja dengan pengusaha di Indonesia itu terjalin dengan baik," ucapnya. 


Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea menambahkan, selain hadir pada acara Hari Buruh nanti, Presiden Prabowo juga akan meresmikan monumen Marsinah sebagai sebuah bentuk penghargaan terhadap perjuangan serikat pekerja dan buruh.


"Termasuk juga nanti beliau akan menyampaikan kabar baik yang menjadi angin segar bagi pekerja dan buruh," katanya.


(Adv).

Polda Banten Bongkar Praktik Ilegal Pemindahan LPG 3 Kg ke 12 Kg, Tiga Pelaku Diamankan

Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Bronto Budiyono, Di Dampingi Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Dhoni Erwanto, Dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Banten AKBP Maryadi, Melakukan Press Conference Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan LPG Bersubsidi 3 KG Di Kabupaten Lebak.


Serang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten melalui Subdit IV Tipidter berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan LPG bersubsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Lebak.


Pengungkapan tersebut disampaikan oleh Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Bronto Budiyono didampingi Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Dhoni Erwanto serta Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Banten AKBP Meryadi.


AKBP Bronto Budiyono menjelaskan bahwa kasus ini terungkap pada Selasa, 14 April 2026 di Kampung Pasir Waru, Desa Ciburuy, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak. “Kami berhasil mengamankan tiga orang tersangka berinisial AR (36), KR (25), dan AZ (24) yang melakukan penyalahgunaan LPG subsidi 3 kg dengan cara memindahkan isi gas ke tabung LPG 12 kg,” ujar Bronto saat Press conference pada Rabu (15/04). 


Dijelaskan bahwa praktik ilegal tersebut telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan di sebuah gudang pangkalan LPG milik tersangka AR. Dalam sehari, para pelaku mampu memproduksi sekitar 80 tabung LPG 12 kg hasil pemindahan ilegal.


“Modus operandi para pelaku adalah dengan memindahkan isi dari empat tabung LPG 3 kg ke dalam satu tabung LPG 12 kg, kemudian dijual dengan harga non-subsidi. Mereka membeli LPG 3 kg seharga Rp16.000 per tabung dan menjual LPG 12 kg seharga Rp120.000 per tabung,” jelasnya.


Lebih lanjut, Bronto menyampaikan bahwa LPG 3 kg tersebut berasal dari jatah pangkalan milik tersangka sendiri, sehingga penyalahgunaan ini berdampak langsung terhadap distribusi LPG subsidi bagi masyarakat yang berhak.


Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp626.342.400.


Sementara itu, Kompol Dhoni Erwanto menambahkan bahwa peran masing-masing tersangka berbeda. “Tersangka AR berperan sebagai pemilik pangkalan sekaligus pelaku penyuntikan gas, sedangkan KR dan AZ bertugas sebagai sopir dan kenek yang mendistribusikan LPG hasil oplosan tersebut,” ungkap Dhoni.


Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua unit kendaraan, alat suntik regulator, alat suntik jenis tombak, timbangan, serta ratusan tabung LPG 3 kg dan 12 kg.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.


Di tempat yang sama, AKBP Meryadi menyampaikan bahwa Polda Banten berkomitmen untuk terus mengawasi distribusi LPG subsidi agar tepat sasaran. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik penyalahgunaan LPG subsidi dan segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi pelanggaran,” tutupnya. (Bidhumas).


(Adv).

Kapolda Banten Resmikan Ground Breaking Jembatan Merah Putih Presisi, Wujudkan Akses dan Harapan Baru Masyarakat

Prosesi Peletakan Batu Pertama Oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Sebagai Simbol Peresmian Ground Breaking Pembangunan Jembatan Merah Putih Persisi Polres Serang.

Serang – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki meresmikan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Polres Serang yang dilaksanakan di Kp. Sadea RT 011/005, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang pada Rabu (15/04).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Ketua Umum MUI Provinsi Banten A. Bazari Syam, para Pejabat Utama Polda Banten, Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan, serta unsur Muspika Kecamatan Jawilan.


Peresmian pembangunan jembatan ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta menunjang aktivitas masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolda Banten menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis, mengingat Kampung Sadea, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan merupakan wilayah yang terpisah oleh sungai sehingga akses masyarakat selama ini sangat terbatas dan menjadi satu-satunya jalur penghubung antar kampung. “Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada percepatan konektivitas wilayah, peningkatan keselamatan, serta kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Kapolda.


Kapolda menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi strategis bagi masa depan masyarakat. “Pembangunan ini adalah investasi bagi anak-anak kita, agar mereka dapat mengakses pendidikan dengan lebih aman, mudah, dan layak. Ini juga merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan solusi atas kebutuhan dasar, khususnya aksesibilitas, keselamatan, dan peningkatan kesejahteraan,” lanjutnya.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat Polri Presisi, yaitu prediktif, responsif, serta transparansi berkeadilan.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai problem solver bagi masyarakat. Saya mengapresiasi jajaran Polres Serang dan seluruh pihak yang telah berinisiatif serta berkolaborasi dalam merencanakan pembangunan ini,” tambah Kapolda.


Mengakhiri sambutannya, Kapolda berharap pembangunan ini menjadi awal dari harapan baru bagi masyarakat serta mengajak seluruh pihak untuk turut mengawal proses pembangunan. “Groundbreaking ini menjadi simbol dimulainya harapan baru bagi masyarakat. Untuk itu, saya mengajak seluruh pihak agar bersama-sama mengawal pembangunan ini hingga selesai, serta menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun demi kepentingan bersama,” tutupnya. (Bidhumas).


(Adv).

Pra-SPMB 2026 Resmi Diterapkan, Dindikbud Banten Siapkan Sistem Lebih Tertib dan Transparan

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin.

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menyiapkan skema baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 dengan menghadirkan tahapan pra-pendaftaran atau Pra-SPMB. Langkah ini diharapkan membuat proses penerimaan siswa baru lebih tertib, transparan, dan minim kendala dibandingkan tahun sebelumnya.


Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin, mengatakan sosialisasi terkait SPMB telah dilakukan secara masif, baik di internal maupun eksternal. Sosialisasi tersebut melibatkan kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Banten, kepala sekolah SMP dan SMA, serta pengawas sekolah. Selain itu, pembahasan juga dilakukan bersama Komisi V DPRD Banten guna memastikan kesiapan pelaksanaan di lapangan.


“Harapannya masyarakat mengetahui secara jelas mekanisme SPMB tahun ini sehingga pelaksanaannya bisa lebih tertib dan kondusif,” ujar Jamaluddin usai rapat koordinasi dengan Komisi V DPRD Banten, Selasa (14/4/2026).


Salah satu pembaruan utama adalah pelaksanaan Pra-SPMB yang dijadwalkan berlangsung pada 20 April hingga 31 Mei 2026. Pada tahap ini, calon peserta didik sudah dapat menginput berbagai data penting, seperti nilai rapor, domisili, serta kelengkapan administrasi lainnya melalui sistem yang disediakan.


Menurut Jamaluddin, tahapan awal ini bertujuan untuk mempermudah proses utama SPMB yang akan dimulai pada 10 Juni 2026.


“Dengan adanya Pra-SPMB, data sudah masuk lebih awal sehingga saat pelaksanaan utama nanti bisa berjalan lancar, mudah, dan tanpa hambatan,” katanya.


Dari sisi kuota, Dindikbud Banten menyebut tidak ada perubahan signifikan karena tetap mengacu pada regulasi Kementerian Pendidikan. Jalur domisili ditetapkan sebesar 35 persen, yang terbagi atas domisili lingkungan sekolah sebesar 20 persen dan wilayah 15 persen. Sementara itu, jalur prestasi dialokasikan 30 persen, terdiri dari 25 persen prestasi akademik dan 5 persen nonakademik. Jalur afirmasi sebesar 30 persen, dan mutasi 5 persen.


Selain itu, terdapat perubahan dalam pilihan sekolah. Untuk jenjang SMA, calon siswa kini dapat memilih dua sekolah berbeda. Adapun pada jenjang SMK, peserta didik juga memiliki dua pilihan, tetapi dalam satu sekolah dengan jurusan berbeda.


Ketentuan domisili pun diperjelas, khususnya untuk wilayah perkotaan seperti Tangerang Raya. Dalam jalur domisili lingkungan, calon siswa yang berada dalam radius tertentu, misalnya 500 meter dari sekolah, dapat diterima tanpa mempertimbangkan nilai. Sementara untuk jalur domisili wilayah, seleksi tetap mempertimbangkan nilai akademik.


Jamaluddin menegaskan, berbagai langkah ini diambil sebagai respons atas sejumlah persoalan yang terjadi pada pelaksanaan tahun sebelumnya, termasuk keluhan masyarakat terkait transparansi dan kendala teknis di sekolah.


“Kami tidak ingin kejadian tahun lalu terulang. Tahun ini kami pastikan prosesnya lebih transparan, adil, dan terbuka,” ujarnya.


Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Banten, Ahmad Jaini, mengingatkan pentingnya sosialisasi yang merata hingga ke tingkat sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah. Menurutnya, konsep yang baik kerap tidak berjalan optimal karena kurang dipahami oleh calon peserta didik di lapangan.


“Sosialisasi ini bukan hanya ke SMA atau SMK, tetapi juga ke MTs dan SMP, baik negeri maupun swasta. Di lapangan, siswa sering bingung saat pendaftaran. Tidak semua siswa juga memiliki ponsel yang memadai,” kata Jaini.


Ia juga menyoroti persoalan akses teknologi yang menjadi kendala pada pelaksanaan sebelumnya, seperti kesulitan mengakses laman pendaftaran dan mengunggah dokumen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, DPRD bersama Dindikbud menyepakati agar sekolah tetap membuka layanan pendaftaran secara langsung.


“Kalau ada kesulitan dalam mengunggah data, sekolah wajib tetap membuka pendaftaran langsung di sekolah,” ujarnya. (ADV)

Wagub Dimyati Nyatakan Kesiapan Banten Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Bertanding Catur Saat Menghadiri Halal Bihalal Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Kota Cilegon.


Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur tahun 2026. Menurutnya, pemerintah daerah sudah menganggarkan agar Banten menjadi tuan rumah. 


"Pemprov Banten sudah menganggarkan untuk Kejurnas Catur tahun 2026," kata Dimyati saat menghadiri halal bihalal Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon di Restoran Istana Sari Galuh Cilegon, Kota Cilegon. Minggu (12/4/2026).


Dimyati mengatakan, Percasi harus menjadi penyelenggara tuan rumah yang ramah saat penyelenggara Kejurnas. Ia ingin momentum ini menjadikan olahraga catur yang semakin digemari masyarakat. 


"Maka dimasyarakatkan olahraga catur supaya mendidik anak, terutama anak-anak usia dini. Mendidik anak usia dini itu sangat penting karena mereka usia emas," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Percasi Kota Cilegon Hasan Saidan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wagub Dimyati pada acara silaturahmi dan halal bihalal Percasi. Dimyati dinilai sebagai kepala daerah yang peduli pada olahraga catur. 


"Terima kasih sudah hadir dan memeriahkan acara ngeround bareng," ujarnya.


(Adv).