BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Ini Fokus Pemetaan Program Bangga Kencana di DP3AKKB Banten



SERANG –  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten melangsungkan kegiatan pemetaan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) tingkkat  Provinsi Banten tahun 2024.


Dalam kegiata tersebut, Kepala DP3AKKB Banten Sitti Ma’ani Nina menyebutkan kemajuan suatu bangsa diukur berdasarkan indikator kependudukan. Ada kaitan yang erat antara kemajuan suatu bangsa dengan laju pertumbuhan penduduk, termasuk derajat kesehatan. 


Bangsa yang sudah maju ditandai dengan laju pertumbuhan penduduk yang lebih kecil, angka harapan hidup yang lebih tinggi, dan kualitas pelayanan sosial yang lebih baik. Secara keseluruhan kualitas sumberdaya manusia yang makin baik akan tercermin dalam produktifitas yang makin tinggi.


Tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan pilihan kesempatan (enlarging people’s choice). pilihan kesempatan akan makin meluas ketika penduduk hidup panjang dan sehat (long and healty life), memiliki pengetahuan dan memiliki akses pada sumberdaya yang diperlukan agar dapat hidup lebih sejahtera. bagaimanapun juga, pembangunan harus mampu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi penduduknya. 


Pembangunan berwawasan kependudukan merupakan kaitan antara kependudukan dan pembangunan dapat ditinjau dari 4 perspektif yaitu kependudukan sebagai determinan (penentu) pembangunan, pembangunan mempengaruhi situasi kependudukan, penduduk sebagai subyek dan obyek pembangunan, serta pembangunan berwawasan kependudukan yang juga dimaknai sebagai pembangunan sumberdaya manusia.


Dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan perkembangan kependudukan, pembangunan keluarga dan pelayanan keluarga berencana maka pemerintah daerah menyediakan sarana dan prasarana perkembangan kependudukan, pembangunan keluarga dan pelayanan keluarga berencana; memberikan pengayoman; dan memberikan rujukan bagi peserta keluarga berencana yang membutuhkan. kebijakan keluarga berencana dilakukan melalui upaya: peningkatan keterpaduan dan peran serta masyarakat; pembinaan keluarga; dan pengaturan kehamilan dengan memperhatikan agama, kondisi perkembangan sosial ekonomi dan budaya, serta tata nilai yang hidup dalam masyarakat.


Adapun indikator program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana adalah: angka kelahiran total usia 15-49 tahun; angka kelahiran remaja menurut umur 15-19 tahun; angka prevalensi kontrasepsi modern; kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi; median usia kawin pertama; dan indeks pembangunan keluarga. (Adv) 


DP3AKKB Banten Lakukan Pemetaan Program Bangga Kencana

 

DP3AKKB Banten melakukan pemetaan program Bangga Kencana. 

SERANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten mulai melakukan pemetaan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) tingkat Provinsi Banten tahun 2024.


Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Sitti Ma'ani Nina mengatakan, program pemetaan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga merupakan upaya terencana dari pemerintah daerah dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pada seluruh dimensi. Hal ini juga tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahum 2014.

"Dalam UU tersebut setidaknya ada dua kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, yaitu pemanduan dan sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk. Dan pemetaan perkiraan pengendalian penduduk cakupan wilayah provinsi dalam rangka pelaksanaan sinkronisasi kebijakan kuantitas penduduk," kata Nina, Kamis (15/8/2024).

Lebih lanjut, Nina mengungkapkan adapun program kegiatan pengendalian kuantitas penduduk meliputi, perencanaan kependudukan, penyediaam parameter kependudukan, analisis dampak kependudukan, kerjasama pendidikan kependudukan dan penanganan isu-isu kependudukan baik di provinsi dan kabupaten/kota.

Nina menuturkan, dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan perkembangan kependudukan, pembangunan keluarga dan pelayanan keluarga berencana, pemerintah daerah juga menyediakan sarana dan prasarana perkembangan kependudukan.
"Pemerintah daerah juga memberikan pengayoman dan memberikan rujukan bagi peserta keluarga berencana yang membutuhkan," ucapnya.

Dijelaskan Nina, kebijakan keluarga berencana dilakukan melalui upaya-upaya, beberapa diantaranya melalui peningkatan keterpaduan dan peran serta masyarakat, pembinaan keluarga dan pengaturan kehamilan.

"Upaya lain juga dengan memperhatikan kondisi perkembangan sosial ekonomi dan budaya serta tata nilai yang hidup dalam masyarakat," jelasnya.

Nina menyebutkan setidaknya terdapat enam indikator dalam program Bangga Kencana. Pertama, angka kelahiran total atau TFR (Total Fertility Rate) per wus usia 15-49 tahun.
Kedua, angka kelahiran remaja menurut umur 15-19 tahun atau ASFR (age spesific fertility rate). Ketiga, angka prevelansi kontrasepsi modern. "Empat, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi, lima, median usia kawin pertama dan enam, indeks pembangunam keluarga (Ibangga)," katanya. (ADV)

Sibuk Kerja, Ini Tips Mengatur Waktu untuk Keluarga

Foto keluarga (ilustrasi)


Mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga memang tidak mudah, terutama bagi orang-orang yang memiliki kesibukan tinggi. Namun, dengan perencanaan dan manajemen waktu yang tepat, hal ini dapat dilakukan. Berikut adalah beberapa tips mengatur waktu untuk keluarga di tengah kesibukan kerja:

Tetapkan tujuan dan prioritas. 
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan tujuan dan prioritas dalam hidup. Hal ini akan membantu Anda dalam menentukan hal-hal yang penting dan tidak penting. Dengan demikian, Anda dapat lebih fokus pada hal-hal yang penting, termasuk keluarga.

Buat jadwal harian dan mingguan. 
Setelah menetapkan tujuan dan prioritas, buatlah jadwal harian dan mingguan. Jadwal ini akan membantu Anda dalam mengatur waktu dengan lebih efektif. Pastikan untuk memasukkan waktu untuk keluarga dalam jadwal tersebut.

Batasi jam kerja. 
Jangan terlalu larut dalam bekerja. Tetapkan batas waktu kerja yang realistis. Setelah batas waktu tersebut, fokuslah pada keluarga.

Jangan takut bilang tidak. 
Jangan takut untuk mengatakan tidak pada tugas-tugas yang tidak penting atau mendesak. Hal ini akan membantu Anda dalam menghemat waktu dan energi.

Hindari multitasking. Multitasking dapat membuat Anda menjadi kurang fokus dan produktif. 

Fokuslah pada satu hal pada satu waktu.
Delegate tugas. Jika memungkinkan, delegasikan tugas-tugas yang tidak penting kepada orang lain. Hal ini akan membantu Anda dalam menghemat waktu dan tenaga.

Manfaatkan teknologi. 
Teknologi dapat membantu Anda dalam menghemat waktu, misalnya dengan menggunakan aplikasi manajemen waktu atau video call.

Berikut adalah beberapa tips tambahan yang dapat Anda lakukan untuk mengatur waktu untuk keluarga:

Sempatkan waktu untuk menghubungi keluarga di sela-sela bekerja. Tidak harus lama-lama, asal Anda sudah menjaga komunikasi dengan mereka.

Manfaatkan jatah cuti. Gunakan jatah cuti Anda untuk berlibur bersama keluarga.

Libatkan keluarga dalam kegiatan Anda. Misalnya, ajak mereka untuk makan siang bersama, menonton film, atau sekadar mengobrol.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat mengatur waktu dengan lebih efektif dan tetap dapat meluangkan waktu untuk keluarga. (Syh/Red)