BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

CSSD RSUD Kota Serang Pastikan Instrumen Medis Diproses Sesuai Standar Sterilisasi



KOTA SERANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang terus memperkuat upaya menjaga keselamatan pasien melalui pengolahan instrumen medis yang sesuai standar sterilisasi. Proses ini menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, menegaskan bahwa pengolahan instrumen medis harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan mengutamakan keselamatan pasien.

Menurutnya, proses sterilisasi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan peralatan, tetapi juga mencakup serangkaian tahapan yang harus dijalankan secara tepat agar instrumen medis aman digunakan dalam pelayanan kepada pasien.



“Setiap tahapan pengolahan instrumen medis harus dilaksanakan sesuai prosedur. Ketepatan proses ini sangat penting untuk mendukung pencegahan infeksi dan menjaga keselamatan pasien,” demikian penekanan yang dapat disampaikan dalam publikasi rumah sakit.

CSSD Berperan Penting dalam Pencegahan Infeksi

Central Sterile Supply Department (CSSD) merupakan unit yang bertanggung jawab dalam pengelolaan instrumen medis agar memenuhi persyaratan kebersihan dan sterilitas sebelum digunakan kembali dalam pelayanan kesehatan.

Proses pengolahan dimulai dari penerimaan instrumen kotor, dekontaminasi, pembersihan, pemeriksaan kondisi alat, pengemasan, sterilisasi, hingga penyimpanan dan distribusi instrumen steril ke unit pelayanan.

Setiap tahapan memiliki fungsi penting dan harus dilaksanakan secara berurutan. Kesalahan dalam proses pengolahan dapat memengaruhi efektivitas sterilisasi serta meningkatkan risiko kontaminasi pada instrumen yang digunakan untuk tindakan medis.

Karena itu, penerapan SOP secara konsisten menjadi bagian penting dalam menjaga mutu hasil pengolahan instrumen di lingkungan RSUD Kota Serang.

Kompetensi Petugas dan Pemantauan Sterilisasi

Keberhasilan proses sterilisasi juga ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia, kelayakan peralatan, serta kepatuhan terhadap prosedur kerja. Petugas CSSD perlu memahami teknik dekontaminasi, pemeriksaan instrumen, pengemasan, pengoperasian alat sterilisasi, dan penanganan instrumen setelah proses selesai.

Pemantauan proses sterilisasi dilakukan menggunakan indikator yang sesuai dengan metode sterilisasi dan ketentuan yang berlaku. Pemantauan tersebut dapat mencakup indikator fisik, kimia, dan biologis sesuai kebutuhan serta prosedur yang ditetapkan.


Selain pemantauan, pencatatan dan dokumentasi setiap proses menjadi bagian penting untuk memastikan ketertelusuran instrumen. Dokumentasi yang baik juga membantu rumah sakit melakukan evaluasi dan perbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutan.


Dengan sistem pemantauan yang tepat, setiap proses pengolahan dapat dievaluasi sehingga potensi ketidaksesuaian bisa segera ditindaklanjuti sebelum instrumen didistribusikan ke unit pelayanan.

Penyimpanan Instrumen Steril Harus Terjaga

Setelah melalui proses sterilisasi, instrumen medis harus disimpan dan ditangani dengan memperhatikan kondisi lingkungan, integritas kemasan, serta ketentuan penyimpanan yang berlaku.

Instrumen dengan kemasan rusak, basah, atau mengalami kondisi yang berpotensi mengganggu sterilitas tidak boleh langsung didistribusikan untuk digunakan. Kondisi tersebut harus ditangani sesuai prosedur guna memastikan instrumen tetap memenuhi persyaratan sebelum digunakan kepada pasien.

Koordinasi antara CSSD dan unit pelayanan juga diperlukan agar distribusi instrumen berjalan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga kualitas instrumen selama proses penyimpanan dan penyaluran.

Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, menekankan pentingnya kerja sama seluruh unit dalam menjaga keselamatan pasien. Pengolahan instrumen medis yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas CSSD, tetapi juga membutuhkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam penanganan dan penggunaan instrumen sesuai prosedur.

Sejalan dengan arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi, RSUD Kota Serang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan standar kerja, pengawasan, serta evaluasi secara berkelanjutan.

Penerapan prosedur sterilisasi yang konsisten diharapkan dapat mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi, menjaga mutu pelayanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan RSUD Kota Serang.

Melalui peran CSSD yang optimal dan sinergi seluruh unit pelayanan, RSUD Kota Serang terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (ADV)

Kerajinan Khas Daerah Harus Punya Nilai Jual dan Daya Saing

 

 

Perwakilan Kota Serang dalam ajang Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.


SERANG – Kerajinan lokal tidak cukup hanya mengandalkan keunikan budaya untuk menarik pembeli. Kualitas produk, inovasi desain, kemasan, dan strategi pemasaran menjadi faktor penting agar hasil karya perajin mampu bersaing sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Camat Curug, Kota Serang, Eni Sudaryani, yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus mengembangkan produk kerajinan agar memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Eni, potensi kerajinan daerah perlu didukung dengan pengembangan produk yang mengikuti kebutuhan pasar tanpa menghilangkan ciri khas budaya lokal. Dengan begitu, kerajinan tidak hanya berfungsi sebagai produk pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan dan penggerak ekonomi masyarakat.

“Dengan pengembangan produk yang berkelanjutan dan dukungan promosi yang tepat, kerajinan lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat, memiliki nilai tambah ekonomi, serta membuka peluang pasar baru,” ujarnya.


Eni menyampaikan hal tersebut dalam konteks pengembangan industri kerajinan dan UMKM yang menjadi salah satu sektor potensial untuk memperkuat perekonomian daerah. Ia menilai, pelaku usaha membutuhkan dukungan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Salah satu upaya memperluas wawasan mengenai peluang tersebut dilakukan melalui partisipasinya dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Dalam kegiatan itu, Eni mendampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Serang yang juga merupakan Ibu Wali Kota Serang, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Kehadiran tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan industri kerajinan nasional, termasuk inovasi produk, pengemasan, serta pendekatan promosi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMKM di Kecamatan Curug.

“Bagi kami, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan dunia kerajinan nasional, sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang pengembangan produk UMKM di daerah,” katanya.

Kriyanusa 2026 mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia. Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan dalam menghasilkan produk kerajinan yang mampu mengikuti perkembangan pasar, sekaligus mempertahankan kekayaan budaya Nusantara.

Ajang tersebut juga menampilkan Parade Pakaian Daerah Dekranasda yang memperlihatkan keberagaman busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menunjukkan potensi kreativitas para perajin nasional.

Bagi pelaku UMKM di Kecamatan Curug, pengembangan kerajinan membutuhkan langkah konkret, mulai dari menjaga konsistensi kualitas, memperbaiki desain dan kemasan, hingga memanfaatkan promosi yang sesuai dengan target konsumen. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan agar produk lokal tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai jual.

Eni menilai, sinergi pemerintah daerah, Dekranasda, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membuka peluang pengembangan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu perajin meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jejaring pemasaran, serta mengenalkan produk unggulan daerah kepada konsumen di luar wilayahnya.

“Kehadiran kami bersama Ketua Dekranasda Kota Serang dalam Kriyanusa 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap para perajin di Kecamatan Curug terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas lokal. Dengan penguatan kualitas dan pemasaran, kerajinan daerah diharapkan mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pada akhirnya, tantangan pengembangan kerajinan lokal bukan hanya mempertahankan tradisi, melainkan juga memastikan hasil karya perajin memiliki pasar yang berkelanjutan. Dukungan lintas sektor dan kemampuan pelaku UMKM membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian penting untuk membuka jalan bagi produk lokal bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (ADV)

Camat Curug Ajak Ibu Jadi Madrasah Pertama bagi Anak

 


SERANG – Camat Curug, Kota Serang, Eni Sudaryani, mengajak para ibu menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. Menurutnya, peran ibu sangat penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut disampaikan Eni dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Jariyatul Islamiyah. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Eni juga menyampaikan amanat Wali Kota Serang Budi Rustandi yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Ia berharap momentum Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus, Eni mengingatkan bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pesantren. Keluarga, terutama ibu, memiliki peran mendasar dalam membentuk kepribadian anak sejak usia dini.

“Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, keteladanan dalam keluarga sangat penting, mulai dari mengajarkan kejujuran, kesabaran, kasih sayang, hingga menghormati orang lain,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Eni, meneladani Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar ucapan. Orang tua dapat memulainya dari hal sederhana, seperti membiasakan berkata jujur, bersikap santun, menghargai orang lain, serta menyelesaikan persoalan dengan sabar.

Ia menilai, anak-anak cenderung belajar dari perilaku orang-orang terdekatnya. Karena itu, orang tua perlu memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai agama tertanam secara alami dalam diri anak.

Selain memberikan keteladanan, Eni juga mendorong para ibu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Pendekatan yang penuh kasih sayang dan disertai penanaman nilai agama diharapkan dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta mampu membedakan perilaku yang baik dan buruk.

Menurutnya, pendidikan keluarga yang kuat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi muda yang cerdas, berakhlakul karimah, dan memiliki semangat persatuan serta cinta tanah air.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, Eni mengajak seluruh keluarga menjadikan rumah sebagai tempat pertama untuk menumbuhkan kebaikan dan membangun karakter anak. Dengan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, keluarga diharapkan mampu berkontribusi melahirkan generasi penerus yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. (ADV) 

Direktur RSUD Kota Serang Sidak Layanan, Pastikan Pasien Dapat Pelayanan Optimal


SERANG – Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah unit pelayanan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya rumah sakit dalam mengevaluasi kualitas pelayanan berdasarkan pengalaman pasien secara langsung.

Sidak merupakan bagian dari komitmen RSUD Kota Serang dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Langkah tersebut juga dilaksanakan atas petunjuk Wali Kota Serang, Budi Rustandi, agar pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, terus berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Humariadi yang akrab disapa Dokter Riad, meninjau sejumlah unit pelayanan. Ia juga berdialog langsung dengan pasien dan keluarga pasien untuk mendengar masukan, mengetahui kendala yang dihadapi, serta melihat pengalaman mereka selama menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Melalui sidak tersebut, manajemen RSUD Kota Serang ingin memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan sesuai harapan masyarakat. Mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan dokter, pelayanan keperawatan, hingga pengambilan obat menjadi bagian yang mendapat perhatian.

“Pelayanan kesehatan harus terus kami jaga kualitasnya. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, petugas memberikan penjelasan dengan jelas, serta setiap pasien memperoleh hak pelayanan sesuai kebutuhan medisnya,” ujar Dokter Riad.

Ia menegaskan, masukan dari pasien menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi dan perbaikan pelayanan rumah sakit. Karena itu, komunikasi langsung dengan masyarakat diperlukan agar manajemen dapat mengetahui kondisi pelayanan secara nyata, bukan hanya berdasarkan laporan administratif.

Pasien Apresiasi Pelayanan Dokter dan Perawat

Dalam kesempatan tersebut, Dokter Riad berdialog dengan sejumlah pasien yang sedang menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin. Salah satunya Susi, yang mengantar anggota keluarganya sekaligus melakukan kontrol di poliklinik RSUD Kota Serang.

Susi menilai pelayanan yang diterimanya cukup baik, terutama sejak proses pendaftaran hingga pemeriksaan oleh tenaga medis. Menurutnya, dokter dan perawat juga bersedia mendengarkan keluhan serta memberikan penjelasan yang mudah dipahami.

“Pelayanannya di sini lumayan baik, terutama mulai dari pendaftaran. Dokter dan perawatnya mau mendengarkan keluhan dan memberikan penjelasan yang memuaskan,” kata Susi.

Sebagai peserta BPJS Kesehatan, Susi juga mengaku tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara pasien BPJS dan pasien umum. Ia menilai petugas memberikan pelayanan secara setara kepada masyarakat yang datang untuk mendapatkan pengobatan.

“Enggak ada perbedaan antara pasien umum dengan pasien BPJS. Petugas medis melihat kita semua sebagai pasien yang datang untuk berobat. Selain pelayanannya enak, akses ke sini juga lebih mudah,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu masukan yang didengar langsung oleh Direktur RSUD Kota Serang dalam mengevaluasi kualitas layanan. Kesetaraan pelayanan bagi seluruh pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan, menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah.

Pengambilan Obat Dinilai Cukup Efisien

Apresiasi serupa disampaikan Musa Wijaya, pasien yang rutin melakukan pemeriksaan gula darah di RSUD Kota Serang. Sebagai peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), ia menilai pelayanan yang diterimanya cukup baik, mulai dari pendaftaran hingga konsultasi dengan dokter.

Musa juga mengapresiasi keramahan petugas serta proses pengambilan obat yang menurutnya relatif efisien. Pengalaman tersebut dinilai membantu pasien menjalani rangkaian pengobatan dengan lebih nyaman.

“Pelayanannya baik dan ramah, mulai dari pendaftaran sampai dokternya. Pengambilan obat juga enggak begitu lama. Kalau datang pagi, paling jam 12 siang sudah selesai,” ungkap Musa.

Meski demikian, ia berharap RSUD Kota Serang terus melakukan pembenahan agar kualitas pelayanan semakin meningkat. Menurutnya, pelayanan yang ramah, proses yang jelas, dan waktu tunggu yang semakin efisien akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan kesehatan.

Masukan dari pasien tersebut menjadi perhatian bagi manajemen rumah sakit untuk terus mengevaluasi berbagai tahapan pelayanan, termasuk layanan farmasi yang kerap menjadi salah satu bagian dari rangkaian kunjungan pasien.

RSUD Kota Serang Sediakan Layanan Antar Obat

Sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi pelayanan farmasi, RSUD Kota Serang telah menjalin kerja sama dengan JNE untuk menyediakan layanan pengantaran obat langsung ke rumah pasien.

Layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi pasien yang memenuhi ketentuan layanan sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit untuk memperoleh obat. Selain membantu menghemat waktu, pengantaran obat juga diharapkan memberikan kemudahan bagi pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas atau kesulitan kembali ke rumah sakit.

Manajemen RSUD Kota Serang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui evaluasi langsung, penguatan komunikasi antara petugas dan pasien, serta pengembangan layanan yang memudahkan masyarakat.

Direktur RSUD Kota Serang, Ahmad Humariadi, menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran rumah sakit. Sejalan dengan arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi, RSUD Kota Serang berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, ramah, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Melalui langkah tersebut, RSUD Kota Serang diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Serang. (ADV)

Pertumbuhan Ekonomi Banten Tren Positif, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Tolok Ukur Kebijakan Baru

Acara"Insight Forum Membedah Langkah Ekonomi Banten Dan Penganugrahan Kontributor Data 2026, Digelar Di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa, (13/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peranan penting. Sensus ini menjadi landasan utama dalam memetakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten.


​Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Deden pada acara "Insights Forum: Membedah Langkah Ekonomi Banten dan Penganugerahan Kontributor Data 2026" di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa (13/10/2026). Dalam acara yang mengusung tema "Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026" tersebut, Sekda Deden bersama Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah instansi dan pihak swasta yang berperan aktif menyukseskan SE 2026.


​Menurut Sekda Deden, hasil SE 2026 diharapkan menjadi fondasi untuk memetakan struktur dan karakteristik usaha, serta mengidentifikasi sektor-sektor unggulan. "Ini termasuk pemetaan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta perumusan strategi transformasi ekonomi Banten yang makin produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya.


​Ia juga menyoroti tren positif pertumbuhan ekonomi Banten yang meningkat dari 4,79 persen pada 2024 menjadi 5,37 persen pada 2025, dan mencapai 5,49 persen pada triwulan II-2026. Pencapaian ini dinilai perlu disyukuri sekaligus memicu optimisme terhadap prospek perekonomian daerah ke depan.


​"Semangat optimisme ini hendaknya senantiasa kita jaga dan perkuat melalui kolaborasi, inovasi, serta kebijakan pembangunan yang makin tepat sasaran," tambah Sekda Deden.


​Terlebih, Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Banten pada 2026 tetap tumbuh kuat pada kisaran 5,1 hingga 5,9 persen. Oleh karena itu, optimisme ini harus diiringi upaya nyata agar pertumbuhan ekonomi membawa manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, penguatan UMKM, dan pemerataan di seluruh wilayah Banten.


​Pengembangan kawasan industri baru, investasi, dan pariwisata juga dinilai krusial untuk memacu pertumbuhan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Lebih lanjut, Sekda Deden menilai Insights Forum ini sangat strategis untuk memperkuat sinergi dan menyamakan pemahaman mengenai arah transformasi ekonomi daerah di era Industri 5.0.


​"Masukan dan rekomendasi dari forum ini akan menjadi landasan merumuskan kebijakan serta menyusun program pembangunan daerah yang terarah, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan," paparnya.


​Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah menyukseskan pelaksanaan SE 2026, yang kini pendataannya telah mencapai 100 persen.


​"Data ini merupakan potret menyeluruh dari kondisi perekonomian masyarakat Banten berdasarkan fakta riil yang dikumpulkan oleh petugas di lapangan," kata Yusniar.


​Yusniar menegaskan bahwa validitas data yang terverifikasi akan sangat membantu kesuksesan berbagai program Pemerintah Daerah (Pemda). Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-26 Provinsi Banten, yakni "Banten Bergerak, Maju Berdampak".


​"Kata kuncinya adalah berdampak. Data yang kami himpun dari masyarakat harus berdampak serta menjadi tolok ukur dalam setiap pengambilan kebijakan agar benar-benar tepat sasaran," pungkasnya. (Red).

SAMBAT CAMAT, Inovasi Kecamatan Curug untuk Menampung Keluhan dan Aspirasi Warga


SERANG – Kecamatan Curug, Kota Serang, menghadirkan inovasi pelayanan publik SAMBAT CAMAT (Sarana Masyarakat Berkonsultasi, Aspirasi, dan Tindak Lanjut Bersama Camat). Inovasi yang digagas Camat Curug Eni Sudaryani ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, mengadukan persoalan, dan memberikan aspirasi terkait pembangunan wilayah.


Eni mengatakan, SAMBAT CAMAT lahir dari keprihatinannya terhadap banyaknya persoalan warga yang beredar di media sosial, tetapi belum tentu sampai kepada pemerintah untuk mendapatkan tindak lanjut.


Menurutnya, media sosial memang menjadi sarana masyarakat untuk menyuarakan persoalan. Namun, pemerintah membutuhkan mekanisme pengaduan yang lebih terarah agar setiap laporan tercatat, terpantau, dan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.


“Banyak masalah warga berseliweran di media sosial, tetapi tidak tertampung, bahkan tidak terbaca. Melalui SAMBAT CAMAT, kami berharap masyarakat memiliki wadah untuk mengadukan masalah, menyampaikan aspirasi, dan mendapatkan tindak lanjut dari kecamatan,” ujar Eni.


Ia menjelaskan, SAMBAT CAMAT menggabungkan layanan digital dan konsultasi tatap muka. Dengan dua pilihan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan persoalan sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.


Melalui layanan berbasis Google Form, warga dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi tanpa harus datang ke kantor kecamatan. Warga cukup memindai kode batang atau barcode yang akan dipasang di sejumlah lokasi strategis.


Sistem tersebut mencatat setiap laporan secara digital sehingga petugas lebih mudah mengadministrasikan, memantau, dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat.


“Kami ingin memberikan pelayanan yang fleksibel. Warga bisa menyampaikan keluhan dari mana saja melalui Google Form. Dengan pencatatan digital, laporan yang masuk dapat terdokumentasi dengan lebih tertib,” jelasnya.


Selain layanan digital, Kecamatan Curug menyediakan ruang konsultasi langsung bagi warga yang ingin berdialog dengan camat. Warga dapat datang ke kantor Kecamatan Curug setiap Jumat pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.


Petugas akan membantu warga mendaftarkan pengaduan melalui Google Form dan mencatatnya dalam buku pengaduan. Setelah itu, warga dapat berdialog langsung di ruangan yang telah disediakan.


Eni menilai konsultasi tatap muka tetap penting karena tidak semua warga mudah menyampaikan persoalan melalui layanan digital. Melalui dialog langsung, pihak kecamatan dapat mendengarkan keluhan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.


“Bagi masyarakat yang ingin bertemu langsung, silakan datang setiap Jumat pukul 08.30 sampai 11.00 WIB. Kami sudah menyiapkan mekanisme agar warga bisa menyampaikan persoalannya dengan nyaman,” katanya.



Eni mengatakan, pihaknya memeriksa laporan yang masuk setiap hari agar pengaduan warga tidak berhenti pada tahap pencatatan. Namun, penyelesaian setiap persoalan bergantung pada jenis masalah dan kewenangan instansi terkait.


Jika pengaduan menyangkut infrastruktur atau membutuhkan penanganan perangkat daerah lain, Kecamatan Curug akan meneruskan laporan tersebut kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti.


“Setiap hari kami memeriksa laporan yang masuk agar bisa segera merespons. Jika persoalannya berkaitan dengan infrastruktur, kami akan menyampaikannya kepada dinas terkait untuk diproses sesuai kewenangannya,” ungkap Eni.


Ia menyebutkan, SAMBAT CAMAT telah menampung sejumlah aspirasi masyarakat. Ke depan, pihaknya berharap semakin banyak warga memanfaatkan layanan tersebut sebagai saluran komunikasi dengan pemerintah kecamatan.


Menurut Eni, Wali Kota Serang Budi Rustandi juga mendukung inovasi SAMBAT CAMAT karena layanan ini membuka akses komunikasi yang lebih mudah antara masyarakat dan pemerintah kecamatan.


Dukungan tersebut mendorong Kecamatan Curug untuk terus mengembangkan layanan pengaduan yang mudah diakses dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.


Eni juga menargetkan SAMBAT CAMAT terintegrasi dengan sistem pelayanan digital Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Integrasi ini diharapkan memperkuat koordinasi penanganan pengaduan, terutama untuk persoalan yang membutuhkan keterlibatan organisasi perangkat daerah di luar kewenangan kecamatan.


“Target kami ke depan, SAMBAT CAMAT bisa terintegrasi dengan sistem Pemerintah Kota Serang melalui Diskominfo. Dengan begitu, koordinasi dan tindak lanjut laporan masyarakat diharapkan semakin baik,” ujarnya.


Eni menegaskan, SAMBAT CAMAT tidak sekadar menghadirkan layanan berbasis teknologi, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh respons dari pemerintah.


Ia berharap inovasi ini dapat membangun komunikasi dua arah sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan Kecamatan Curug.


“Kami ingin masyarakat memiliki tempat untuk menyampaikan keluhan dan permasalahan. Warga harus merasa didengar, aspirasinya tertampung, dan ada tindak lanjut yang jelas sesuai kewenangan,” pungkasnya.


Melalui SAMBAT CAMAT, Kecamatan Curug berupaya mempermudah akses pengaduan melalui layanan digital dan konsultasi tatap muka. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah kecamatan berharap persoalan warga tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial, tetapi juga masuk ke jalur pengaduan resmi yang dapat dipantau dan ditindaklanjuti. (ADV)

Sekda Banten Ajak ASN Hidup Sehat dan Peduli Sesama Lewat Gemilang Korpri Night Run 2026

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Mendampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakhrullah, Membuka Kegiatan Gemilang Korpri Night Run 2026.


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian antarsesama. Pesan tersebut disampaikan Deden usai mendampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakhrullah membuka ajang Gemilang Korpri Night Run 2026 di Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (10/10/2026) malam.


​Kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat ini diikuti oleh ribuan peserta. Mereka terbagi ke dalam lima kategori, yakni ASN, TNI, Polri, masyarakat umum, dan pelajar. Turut hadir Bupati Tangerang Maesyal Rasyid selaku tuan rumah dan Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja sebagai panitia pelaksana.


​Menurut Sekda Deden, Gemilang Korpri Night Run 2026 merupakan cerminan semangat ASN untuk terus bergerak dan menjaga kebugaran tubuh. Dengan tubuh yang sehat, semangat melayani dan mengabdi kepada masyarakat dinilai akan lebih maksimal tanpa mengenal waktu.


​"Kita ingin membangun ASN yang sehat, tangguh, dan solid," ujar Deden.


​Selain itu, ajang olahraga ini juga mengusung misi kemanusiaan melalui aksi amal bagi masyarakat yang terdampak bencana. Hal ini menandakan bahwa Korpri tidak hanya berfokus pada jalannya roda pemerintahan, tetapi juga membawa kepedulian dan harapan bagi sesama.


​"Meski pesertanya berasal dari berbagai daerah, di tempat ini kita memiliki tujuan yang sama, yakni mengabdi untuk Indonesia," tuturnya.


​Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakhrullah mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga kekompakan, khususnya demi kemajuan wilayah Kabupaten Tangerang. Ia menyebutkan, ASN merupakan motor penggerak terbaik pemerintah dengan jumlah mencapai sekitar tujuh juta orang di seluruh Indonesia.


​"Kalau kita kompak, insyaallah Indonesia akan cepat maju. Mari kita majukan Indonesia mulai dari Kabupaten Tangerang," papar Zudan.


​Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, Gemilang Korpri Night Run 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus HUT ke-26 Provinsi Banten. Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang dinilai sangat luar biasa.


​Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tangerang.


​"Kegiatan ini melengkapi rangkaian peringatan HUT Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. Semoga para pelaku UMKM semakin hidup, serta sektor kuliner hingga perhotelan juga ikut tumbuh," pungkasnya. (Red).

Apresiasi Karya Kreatif Banten, Gubernur Banten Andra Soni Targetkan UMKM dan Wastra Lokal Bersaing di Kancah Global

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni Hadiri Acara Peragaan Busanan (Fashion Show) Karya Kreatif Banten Yang Digelar Oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten.


Gubernur Banten Andra Soni, menyatakan bahwa gelaran Karya Kreatif Banten secara efektif mampu mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Banten untuk naik kelas. Kegiatan ini dinilai sukses mengkurasi produk UMKM agar mampu bersaing dan tampil di panggung provinsi, nasional, bahkan internasional.


​“Kami mengapresiasi kegiatan Karya Kreatif Banten yang alhamdulillah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Ini adalah salah satu upaya mengkurasi UMKM kita agar bisa tampil di ajang bergengsi seperti ini,” ungkap Gubernur Andra Soni usai menyaksikan peragaan busana (fashion show) Karya Kreatif Banten di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (10/10/2026).


​Menurut Gubernur Andra Soni, ragam karya desain yang dipamerkan sangat menarik, terutama inovasi wastra tenun Baduy yang dikembangkan oleh para pelaku usaha. “Niat baik dari acara ini adalah bagaimana UMKM kita bisa naik kelas sekaligus mendukung pariwisata daerah, dengan menjadikan tenun Baduy sebagai ikon,” tambahnya.


​Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni. Ia turut mengapresiasi perhelatan tersebut sebagai wadah unjuk gigi bagi talenta lokal.


​“Saya ikut serta dalam rangka memperkenalkan karya para desainer muda Banten. Banyak desainer muda kita yang kini turut menjadi aset daerah,” ujar Tinawati.


​Ia menegaskan, tenun Baduy merupakan salah satu kekayaan Provinsi Banten yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan. Ia berharap wastra khas ini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. “Tadi banyak juga karya adibusana yang potensial untuk kita bawa ke mancanegara,” katanya.


​Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia, menjelaskan bahwa kegiatan Karya Kreatif Banten rutin diselenggarakan dari tahun ke tahun melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah mendorong wastra Banten yang memiliki kekhasan etnik, seperti tenun Baduy, agar semakin menembus pasar global.


​“Tenun Baduy kini digandrungi oleh para eksekutif muda maupun senior karena tampilannya yang keren. Siapa pun bisa mengenakan wastra Banten, terutama tenun Baduy,” tutur Sofwan.


​Sebagai informasi, peragaan busana dalam gelaran tersebut menampilkan beragam karya desain pakaian, tas, topi, dan aksesori berbahan dasar tenun Baduy, teknik cetak ramah lingkungan (ecoprint), batik, hingga rajut. Di lokasi yang sama, dipamerkan pula berbagai produk unggulan UMKM Provinsi Banten lainnya, mulai dari jajanan pasar, produk herbal, kopi, hingga kerajinan khas daerah. (Red).

Banten CorpU Resmi Meluncur, Dorong ASN Lebih Inovatif dan Kolaboratif

 


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi meluncurkan Banten Corporate University (Banten CorpU) bersamaan dengan penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2026. Program ini dirancang sebagai ekosistem pembelajaran untuk mempercepat transformasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan.


​Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, menyatakan peluncuran ini menjadi momentum penting dalam pembangunan aparatur dan reformasi birokrasi di Pemprov Banten.


​"Banten CorpU menjadi penguat ekosistem organisasi pembelajar yang mendorong aparatur untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Tujuannya adalah mewujudkan transformasi budaya kerja dari hierarkis-administratif menjadi birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis kinerja," ujar Sekda Deden di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Jumat (9/10/26).


​Deden menjelaskan, sistem pembelajaran ini memastikan pengembangan kompetensi ASN selaras dengan tujuan pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa setiap program pembelajaran harus relevan dengan kebutuhan organisasi, prioritas pembangunan daerah, serta mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan publik.


​Dalam kesempatan tersebut, Sekda Deden juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas sinergi dalam pembinaan kompetensi aparatur, serta kepada BPSDMD Provinsi Banten dan Tim Percepatan Pembentukan Banten CorpU yang telah merealisasikan program tersebut. Ia berharap ekosistem ini mampu melahirkan aparatur yang kompeten dan berintegritas.


​Sementara itu, Kepala LAN, Muhammad Taufik, menekankan bahwa corporate university harus memberikan dampak nyata terhadap pencapaian visi, misi, dan program strategis pemerintah daerah. Menurutnya, sistem ini adalah sarana untuk menerjemahkan program strategis daerah ke dalam proses pembelajaran aparatur secara praktis.


​"Terutama melalui Learning Organization Management System (LOMS) sebagai fondasi tata kelola pembelajaran dan Learning Organization Maturity Index (LOMI) sebagai instrumen kematangan organisasi. Ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan pada Pemprov Banten,” pungkas Taufik. (Red).

Kapolda Banten Dorong Polwan Banten Tumbuh, Berprestasi dan Berintegritas

Kapolda Banten Irjen Pol Hengk, Bersama Ibu Asuh Polwan Polda Banten Ny. Ulfa Hengki, Memberikan Arahan Kepada Polwan Polda Banten Dan Polresta/Polres Jajaran, Dalam Kegiatan Tatap Muka.


Serang – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, bersama Ibu Asuh Polwan Polda Banten Ny. Ulfa Hengki, memberikan arahan kepada seluruh Polisi Wanita (Polwan) Polda Banten dan Polresta/Polres jajaran dalam kegiatan tatap muka yang berlangsung di Aula Gawe Kuta Baluwarti Polda Banten, Rabu (30/09).


Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi, para Pejabat Utama Polda Banten, serta seluruh Polwan Polda Banten dan Polresta/Polres jajaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan sekaligus penguatan semangat pengabdian Polwan dalam menghadapi perkembangan tugas kepolisian yang semakin dinamis.


Dalam arahannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menekankan bahwa perkembangan teknologi, ruang digital, serta semakin kritisnya masyarakat menuntut setiap anggota Polri untuk terus meningkatkan kemampuan dan kecepatan dalam memberikan pelayanan.


“Perubahan itu harus datang dari diri sendiri. Change begins from myself. Kalau kita ingin sukses, kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik kesehatan, kemampuan, disiplin maupun kompetensi,” ujar Irjen Pol Hengki.


Kapolda juga mendorong seluruh Polwan untuk tidak membatasi diri dalam mengembangkan potensi, berprestasi, serta mengambil peran dalam organisasi. Menurutnya, kepemimpinan tidak selalu dimulai dari jabatan, tetapi dari kemampuan memimpin diri sendiri, menjaga integritas, menguasai tugas, berani bertanggung jawab dan memberikan keteladanan.


“Kompetensi tidak ditentukan oleh gender, tetapi oleh kemampuan, integritas dan kinerja. Setiap kepercayaan harus dijawab dengan pelaksanaan tugas yang sebaik-baiknya,” tegasnya.


Irjen Pol Hengki juga memberikan enam penekanan kepada seluruh Polwan, yakni menjaga integritas dan kehormatan institusi, meningkatkan kompetensi, menghadirkan pelayanan yang humanis, membangun prestasi dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin, menjaga keseimbangan antara tugas dan keluarga, serta memegang teguh komitmen moral Polda Banten.


Khusus dalam pelayanan kepada masyarakat, Kapolda mengingatkan agar Polwan mampu hadir secara cepat, humanis dan profesional, terutama dalam menangani persoalan yang menyangkut perempuan, anak, korban kekerasan dan kelompok rentan.



“Dengarkan keluhan masyarakat, pahami persoalannya, berikan kepastian dan solusi sesuai kewenangan. Tegas tanpa kehilangan empati dan humanis tanpa mengurangi profesionalisme,” katanya.


Sementara itu, Ibu Asuh Polwan Polda Banten Ny. Ulfa Hengki berpesan agar seluruh Polwan memahami bahwa menjadi Polwan merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab karena membawa nama baik institusi, keluarga dan harapan masyarakat.


“Menjadi Polwan adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Di pundak kalian melekat nama institusi, kehormatan keluarga dan harapan dari seluruh masyarakat,” ungkap Ny. Ulfa Hengki.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap, etika, penampilan, hubungan antar-rekan serta kecerdasan dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap unggahan di ruang digital dapat meninggalkan jejak panjang dan berpotensi dikaitkan dengan institusi Polri.


“Berpikirlah sebelum mengunggah. Pahami etika bermedia sosial, patuhi ketentuan dan arahan kedinasan, serta pertimbangkan nilai, norma, kepatutan dan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” pesannya.


Selain profesionalisme, Ny. Ulfa Hengki menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga. Ia mengingatkan bahwa di balik tugas kedinasan, Polwan tetap memiliki peran sebagai perempuan, istri dan ibu yang harus dijalankan secara seimbang.


“Jadilah perempuan yang cerdas tanpa kehilangan kelembutan, tegas tanpa kehilangan kesantunan, profesional tanpa kehilangan kepekaan, dan kuat tanpa kehilangan kerendahan hati,” tuturnya.


Ny. Ulfa Hengki berharap seluruh Polwan Polda Banten terus belajar, memperbaiki diri dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.


“Tidak perlu berlomba untuk menjadi yang paling terlihat, berusahalah menjadi yang paling dapat dipercaya. Jaga diri, jaga kehormatan, jaga keluarga dan selalu jaga nama baik institusi,” pungkasnya. (Bidhumas).


(Red).

APBD Perubahan 2026 Disetujui, Gubernur Banten Andra Soni Fokus Pencapaian RPJMD

Gubernur Banten Andra Soni, Memaparkan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Difokuskan Mencapar Taeget Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).


Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 difokuskan untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjalankan amanat masyarakat.


​"Landasannya adalah RPJMD. Capaian-capaian RPJMD ini merupakan janji atau amanat masyarakat melalui DPRD yang diberikan kepada pemerintah,” kata Andra Soni seusai menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Provinsi Banten di Gedung DPRD Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (29/9/2026).


​Setelah mendapat persetujuan legislatif, Gubernur Andra Soni menyebutkan Pemerintah Provinsi Banten akan segera menyerahkan draf rancangan tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dievaluasi. Ia memastikan pelaksanaannya kelak akan mengutamakan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


​Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim menyatakan, APBD Perubahan 2026 diarahkan untuk melanjutkan program prioritas yang berpihak pada kepentingan publik.


​“Kami berharap setelah penetapan ini, Gubernur bisa segera berkonsolidasi dengan Kemendagri untuk tahapan evaluasi. Selanjutnya, dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat, pemerintah diharapkan dapat menuntaskan seluruh program prioritas,” ucap Fahmi.


​Sebagai informasi, berdasarkan laporan Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten yang dibacakan oleh Mohammad Bahri, total proyeksi pendapatan daerah pada APBD Perubahan 2026 disepakati sebesar Rp9,750 triliun.


​Rincian proyeksi tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7,114 triliun, yang ditopang oleh sektor pajak senilai Rp6,479 triliun, retribusi daerah Rp361,212 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp46,8 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp226,76 miliar. Selain itu, postur anggaran juga ditunjang oleh pendapatan transfer sebesar Rp2,597 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp8,457 miliar.

(Red).

Pelantikan MPDN dan Notaris Pengganti, Kemenkum Banten Tekankan Tanggung Jawab dan Integritas

Pengambilan Sumpah Dan Pelantikan Notaris Pengganti Serta Penganti Paruh Waktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Di Wilayah Kerja Provinsi Banten, Senin, (28/09/2026).


SERANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten menggelar pengambilan sumpah dan pelantikan Notaris Pengganti serta Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) di wilayah kerja Provinsi Banten, Senin (28/9/2026), bertempat di Bale Soepomo Kanwil Kemenkum Banten.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten, Pagar Butar Butar, mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik sekaligus mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dan tanggung jawab sesuai ketentuan.


Kepada PAW Anggota MPDN Kabupaten Tangerang, Pagar menegaskan bahwa setelah mengucapkan sumpah, tugas utama yang harus dijalankan adalah melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap Notaris untuk dan atas nama Menteri Hukum Republik Indonesia.


“Setelah mengucapkan sumpah pada hari ini, saudara wajib menjalankan tugas sebagai Majelis Pengawas Daerah Notaris untuk melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap Notaris untuk dan atas nama Menteri Hukum Republik Indonesia,” ujar Pagar.


Sementara kepada Notaris Pengganti, Pagar menyampaikan bahwa keberadaan Notaris Pengganti bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pembuatan akta. Karena itu, Notaris Pengganti dituntut untuk menjalankan tugas secara amanah, jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, serta menjaga kepentingan para pihak yang berkaitan dengan perbuatan hukum.


Pagar juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses pembuatan akta autentik. Hal tersebut diperlukan mengingat permasalahan hukum dapat muncul ketika terdapat pihak yang memberikan surat atau keterangan palsu ke dalam akta yang dibuat oleh Notaris maupun Notaris Pengganti.


“Prinsip kehati-hatian sangat penting dalam proses pembuatan akta autentik. Notaris maupun Notaris Pengganti harus memastikan setiap proses dilakukan sesuai ketentuan dan tidak mengabaikan kepentingan serta hak para pihak,” lanjutnya.


Pelantikan tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap Notaris sekaligus memastikan pelayanan kenotariatan kepada masyarakat berjalan profesional, berintegritas, dan memberikan kepastian hukum.


Turut hadir Kepala Divisi Pelayanan Hukum Picesco Andika Tulus, Plt. Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan Tanti Fristianti, serta jajaran Kanwil Kemenkum Banten. (Red).

Satukan Langkah Lawan Narkoba, Kemenkum Banten Dorong Penguatan Regulasi P4GN di Banten

Rapat Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Provinsi Banten, Yang Digelar Di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Senin, (28/09/2026).


SERANG– Upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Provinsi Banten terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Provinsi Banten Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Senin (28/9/2026).


Rapat dihadiri Kepala BNN Provinsi Banten, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten Pagar Butar Butar, Plt. Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kemenkum Banten Tanti Fristianti, Direktur Narkoba Polda Banten, Kepala BIN Daerah Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, serta unsur Forkopimda.


Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah saat membuka rapat menyampaikan bahwa pembentukan Tim Terpadu P4GN menjadi langkah penting untuk menghasilkan upaya yang konkret dan terukur. Penguatan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat juga dinilai perlu terus dilakukan secara bersama-sama.


Dalam forum tersebut, masing-masing unsur menyampaikan dukungan dan langkah yang dapat dilakukan sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Kemenkum Banten turut memberikan gambaran mengenai lanskap regulasi P4GN di wilayah Provinsi Banten melalui paparan yang disampaikan Tanti Fristianti.


Dalam paparannya, Tanti memetakan regulasi P4GN pada kabupaten/kota di Banten. Hasil inventarisasi menunjukkan adanya perbedaan status regulasi antardaerah, meskipun memiliki arah kebijakan yang sama. Sejumlah daerah telah memiliki Perda khusus P4GN, antara lain Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Serang. Sementara Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon mengatur substansi terkait narkotika secara gabungan dalam regulasi daerah. 


Kemenkum Banten juga mencatat Kabupaten Lebak telah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah P4GN pada 2025, sedangkan Kabupaten Serang dalam bahan paparan disebut belum memiliki Perda khusus P4GN. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam melihat pemerataan implementasi kebijakan P4GN di seluruh wilayah Banten. 


Melalui forum Tim Terpadu P4GN, sinergi antarlembaga diharapkan tidak berhenti pada koordinasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dan terukur dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Provinsi Banten. (Red).

Lokasi Diduga Penyimpanan BBM Dicek, Polda Banten Temukan Drum dan Jerigen Kosong

Ditreskrimum Polda Banten Melakukan Pengecekan Di Lokasi Yang Diguga Tempat Penyimpanan BBM Di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Senin, (28/09/2026).


Serang – Ditreskrimsus Polda Banten melaksanakan pengecekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan BBM di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, pada Senin (28/09).


Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan sebelum dilakukan pengecekan secara langsung, petugas terlebih dahulu melakukan pemantauan menggunakan drone untuk melihat kondisi lokasi.


"Kami melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi yang dimaksud," katanya pada Selasa (29/09).


Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menjelaskan dari hasil pengecekan, pihaknya menemukan sekitar tujuh jerigen kosong, 10 drum kosong dan dua kempu dalam keadaan kosong. Saat dilakukan pengecekan, lokasi tersebut terlihat dalam kondisi kosong dan tidak ditemukan orang maupun aktivitas kegiatan.


"Dari hasil pengecekan di lokasi, ditemukan beberapa wadah berupa jerigen, drum dan kempu, namun seluruhnya dalam keadaan kosong. Kami juga tidak menemukan orang maupun aktivitas kegiatan di lokasi," jelasnya.


Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan BBM.


"Apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan BBM kepada pihak kepolisian, sehingga dapat dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Polri 110 untuk menyampaikan informasi atau laporan," tutupnya. (Bidhumas). (Red).

Lestarikan Kearifan Lokal, Gubernur Banten Andra Soni Serap Aspirasi Nelayan di Tasyakuran Laut Sidamukti

Gubernur Banten Andra Soni, Menghadiri Tradisi Tasyakuran Laut, Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/09/2026).


Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan. Berbagai program prioritas terus diarahkan agar taraf hidup dan martabat kelompok nelayan semakin terangkat.


​"Insyaallah, Presiden Prabowo Subianto fokus pada kesejahteraan masyarakat," ungkap Gubernur Andra  saat menghadiri tradisi Tasyakuran Laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/9/2026).


​Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra  memaparkan sejumlah inisiatif pemerintah untuk nelayan, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, bantuan premi asuransi kecelakaan kerja, jaminan BPJS Kesehatan, hingga penyediaan alat pelacak posisi kapal.


​Selain memaparkan program, Gubernur Andra juga menyerap langsung masukan dari para nelayan setempat. “Tadi juga ada aspirasi terkait perbaikan dermaga dan penanganan pendangkalan muara,” ucapnya.


​Kehadiran Gubernur Banten ini sekaligus untuk mengapresiasi pelaksanaan Tasyakuran Laut oleh masyarakat pesisir Sidamukti. Baginya, tradisi ini bukan sekadar wujud syukur, melainkan kearifan lokal untuk menjaga budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi.


​Menurut Gubernur Andra, warga Sidamukti sangat teguh menjaga tradisi leluhur tersebut. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat dan nelayan yang hadir, bahkan dari wilayah Labuan dan Panimbang.


​"Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang sangat baik bagi masyarakat," tambah Gubernur Andra.


​Pada momen tersebut, Gubernur Andra juga menyerahkan berbagai bantuan guna mendukung peningkatan produktivitas dan keselamatan kerja para nelayan pesisir.


​Salah satu penerima bantuan premi asuransi BPJS Ketenagakerjaan, Tadi Rustadi (35), mengaku bersyukur atas perhatian dari pemerintah daerah. Ia merasa jaminan keselamatan tersebut sangat membantunya dalam mencari nafkah.


​“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan membuat kami lebih tenang saat bekerja di laut,” ungkap Tadi.


​Nelayan yang sehari-hari mencari ikan hingga ke perairan Pulau Panaitan ini juga menuturkan bahwa hasil tangkapan biasanya akan meningkat setelah digelarnya Tasyakuran Laut.


​"Tasyakuran atau pesta laut ini biasanya diadakan dua tahun sekali, bergantian dengan Desa Panimbang. Kebanyakan ikan tangkapan kami berupa ikan bentong, kembung banjar, dan cumi-cumi. Hasilnya kemudian dikirim ke Muara Baru serta Muara Angke di Jakarta,” tuturnya. (Red).

Hadir di Kriyanusa 2026, Tinawati Ingin Produk Industri Kecil Menengah Banten Semakin Dikenal

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, Hadiri Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menghadiri Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026. Di sana, ia ingin produk-produk asal Banten dikenal di Nusantara dengan aneka kekayaan kerajinannya. 


"Hari ini saya senang dan bangga bisa hadir dan mengikuti pembukaan Kriyanusa 2026. Mudah-mudahan diikuti dengan semangat penjualan, kemudian saling memperkenalkan kekayaan daerah masing-masing terutama Provinsi Banten," kata Tinawati di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta. Sabtu (26/9/2026).


Kebijakan efisiensi yang diterapkan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) tidak mengurangi esensi kehadiran Dekranasda. Di acara ini hadir para pemangku kepentingan yang peduli pada Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usama Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar naik kelas dan memperluas pangsa pasar secara global. 


"Sehingga kerajinan khususnya di Provinsi Banten diharapkan bisa semakin dikenal di tingkat nasional namun juga di tingkat dunia," ujarnya. 


Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Iwan Hermawan mengatakan, Kriyanusa 2026 menampilkan desain dengan nuansa lokal yang bahan baku produk-produknya adalah unggulan Banten.


"Alhamdulillah, Kriyanusa merupakan sarana bagi kita untuk mempromosikan, memasarkan, bahkan menjalin kemitraan sesama Industri Kecil Menengah (IKM)," ujarnya. 


Sebagai informasi, pada pameran Kriyanusa 2026 ini, Dekranasda Provinsi Banten menampilkan produk IKM unggulan. Antara lain Fastershop atau kerajinan berbahan tas goni yang dimodifikasi dengan rajut, tenun, bordir dan batik dari Kota Tangerang. Nikhol Gallery, dengan produk fashion etnik wastra Banten yang sudah ekspor ke Rusia, Hong Kong, Turki, Filipina, Malaysia. Terakhir adalah Magicstone, aksesori dari batu alam, mutiara dan tas rajut yang dipadu dengan batu alam. (Red).

Pesan Wagub Banten di Masjid Al-Azhom: Hati Bersih adalah Kunci Ketenangan Hidup

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah Hadiri Acara Cahaya Hati Cahaya Indonesia, Di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Pada Sabtu Malam, (26/09/2026).


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah hadir pada kegiatan Cahaya Hati Cahaya Indonesia edisi "Doa untuk Bangsa" di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026) malam. Kegiatan keagamaan ini turut diisi dengan tausiah oleh Ustaz Derry Sulaiman, Habib Abdullah bin Ja’far Assegaf, dan Abi Amir Faishol Fath.


​Dalam kesempatan tersebut, Wagub Dimyati menyampaikan bahwa cahaya hati tidak hanya tercermin dari sikap dan perkataan, tetapi berawal dari kedekatan seseorang kepada Allah. Menurutnya, hati yang bersih akan membantu seseorang menjaga ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


​“Cahaya hati bukan hanya dari sikap dan kata-kata, melainkan bagaimana kita dekat dengan Allah. Dengan hati yang bersih, kita dapat menjaga ketenangan,” ungkap Wagub Dimyati.


​Lebih lanjut, Wagub Dimyati menjelaskan bahwa hati yang bercahaya akan membentengi seseorang dari sifat-sifat negatif, seperti mudah mengeluh, marah, maupun membanding-bandingkan diri dengan orang lain.


​“Untuk menghindari hal-hal tersebut, kita harus memiliki hati yang baik dan bersih. Oleh karena itu, kita membutuhkan cahaya hati,” katanya.


​Ia juga mengingatkan kepada para jemaah yang hadir bahwa kehidupan dunia pada hakikatnya merupakan ujian dan permainan yang sementara. Jabatan, harta, dan takhta merupakan titipan yang pada waktunya akan ditinggalkan.


​Menurut Wagub Dimyati, bekal utama yang sesungguhnya adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, serta berbagai kebaikan yang ditebarkan selama hidup di dunia.


​“Jabatan, harta, dan takhta itu semua hanya titipan dan tidak kekal. Yang kekal bagi kita adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, dan kebaikan yang kita lakukan,” tuturnya.


​Di akhir sambutannya, Wagub Dimyati menilai bahwa kegiatan keagamaan seperti Cahaya Hati Cahaya Indonesia memiliki peran krusial dalam meningkatkan pemahaman spiritual sekaligus membangun karakter generasi muda. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi dorongan untuk menciptakan generasi muda Banten yang unggul.


​“Kita sebagai pemimpin Banten dan pemimpin bangsa harus bisa menjadikan anak-anak kita generasi yang hebat, saleh dan salihah, cerdas, serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya. (Red).