KOTA SERANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang terus memperkuat upaya menjaga keselamatan pasien melalui pengolahan instrumen medis yang sesuai standar sterilisasi. Proses ini menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.
Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, menegaskan bahwa pengolahan instrumen medis harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan mengutamakan keselamatan pasien.
Menurutnya, proses sterilisasi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan peralatan, tetapi juga mencakup serangkaian tahapan yang harus dijalankan secara tepat agar instrumen medis aman digunakan dalam pelayanan kepada pasien.
“Setiap tahapan pengolahan instrumen medis harus dilaksanakan sesuai prosedur. Ketepatan proses ini sangat penting untuk mendukung pencegahan infeksi dan menjaga keselamatan pasien,” demikian penekanan yang dapat disampaikan dalam publikasi rumah sakit.
CSSD Berperan Penting dalam Pencegahan Infeksi
Central Sterile Supply Department (CSSD) merupakan unit yang bertanggung jawab dalam pengelolaan instrumen medis agar memenuhi persyaratan kebersihan dan sterilitas sebelum digunakan kembali dalam pelayanan kesehatan.
Proses pengolahan dimulai dari penerimaan instrumen kotor, dekontaminasi, pembersihan, pemeriksaan kondisi alat, pengemasan, sterilisasi, hingga penyimpanan dan distribusi instrumen steril ke unit pelayanan.
Setiap tahapan memiliki fungsi penting dan harus dilaksanakan secara berurutan. Kesalahan dalam proses pengolahan dapat memengaruhi efektivitas sterilisasi serta meningkatkan risiko kontaminasi pada instrumen yang digunakan untuk tindakan medis.
Karena itu, penerapan SOP secara konsisten menjadi bagian penting dalam menjaga mutu hasil pengolahan instrumen di lingkungan RSUD Kota Serang.
Kompetensi Petugas dan Pemantauan Sterilisasi
Keberhasilan proses sterilisasi juga ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia, kelayakan peralatan, serta kepatuhan terhadap prosedur kerja. Petugas CSSD perlu memahami teknik dekontaminasi, pemeriksaan instrumen, pengemasan, pengoperasian alat sterilisasi, dan penanganan instrumen setelah proses selesai.
Pemantauan proses sterilisasi dilakukan menggunakan indikator yang sesuai dengan metode sterilisasi dan ketentuan yang berlaku. Pemantauan tersebut dapat mencakup indikator fisik, kimia, dan biologis sesuai kebutuhan serta prosedur yang ditetapkan.
Selain pemantauan, pencatatan dan dokumentasi setiap proses menjadi bagian penting untuk memastikan ketertelusuran instrumen. Dokumentasi yang baik juga membantu rumah sakit melakukan evaluasi dan perbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Dengan sistem pemantauan yang tepat, setiap proses pengolahan dapat dievaluasi sehingga potensi ketidaksesuaian bisa segera ditindaklanjuti sebelum instrumen didistribusikan ke unit pelayanan.
Penyimpanan Instrumen Steril Harus Terjaga
Setelah melalui proses sterilisasi, instrumen medis harus disimpan dan ditangani dengan memperhatikan kondisi lingkungan, integritas kemasan, serta ketentuan penyimpanan yang berlaku.
Instrumen dengan kemasan rusak, basah, atau mengalami kondisi yang berpotensi mengganggu sterilitas tidak boleh langsung didistribusikan untuk digunakan. Kondisi tersebut harus ditangani sesuai prosedur guna memastikan instrumen tetap memenuhi persyaratan sebelum digunakan kepada pasien.
Koordinasi antara CSSD dan unit pelayanan juga diperlukan agar distribusi instrumen berjalan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga kualitas instrumen selama proses penyimpanan dan penyaluran.
Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, menekankan pentingnya kerja sama seluruh unit dalam menjaga keselamatan pasien. Pengolahan instrumen medis yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas CSSD, tetapi juga membutuhkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam penanganan dan penggunaan instrumen sesuai prosedur.
Sejalan dengan arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi, RSUD Kota Serang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan standar kerja, pengawasan, serta evaluasi secara berkelanjutan.
Penerapan prosedur sterilisasi yang konsisten diharapkan dapat mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi, menjaga mutu pelayanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan RSUD Kota Serang.
Melalui peran CSSD yang optimal dan sinergi seluruh unit pelayanan, RSUD Kota Serang terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (ADV)





.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
